Suara.com - Sejumlah siswa sekolah dasar di Nagari Lagan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat tak punya pilihan lain untuk melewati rintangan berbahaya menuju sekolahnya.
Siswa tersebut terpaksa harus berjalan di atas titian kayu dari batang pohon kelapa untuk menyeberangi sungai lantaran jembatan yang biasa dilalui ambruk sejak seminggu lalu.
Dari informasi yang dihimpun Covesia.com-jaringan Suara.com, sejumlah siswa SD harus melintasi titian tersebut satu persatu yang memanjang menuju bagian seberang.
Orang tua murid yang mengantarkan anaknya, Dasril (52) mengaku harus membantu anaknya menyeberangi titian dari batang pohon kelapa itu. Lantaran, titian tersebut sangat berbahaya untuk dilewati anaknya.
"Titian itu sangat berbahaya bagi keselamatan anak-anak kita. Sebab, anak-anak harus meniti titian pohon kelapa yang cukup panjang yaitu sekitar 12 meter, ditambah lagi dari atas kebawah sangat dalam," katanya, Rabu (4/9/2019)
Lantaran itu, ia meminta agar pemerintah segera memperbaikinya, karena jika terlalu lama akan mengancam keselamatan anak-anak.
"Titian ini sangat berbahaya, seandainya anak kami terpeleset dan jatuh, maka mereka tidak akan bisa bersekolah," ujarnya
Untuk diketahui, jembatan di Kenagarian (Desa Adat) Lagan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) ambruk karena usia jembatan cukup lama tidak diperbaiki. Akibatnya aktivitas masyarakat di daerah terganggu.
Menurut keterangan warga setempat, Apri Depi (28), jembatan tersebut ambruk karna usianya yang sudah lama tidak pernah diperbaiki. Padahal, jembatan tersebut adalah salah satu akses utama yang harus di lalui masyarakat setempat.
Baca Juga: Terdampak Kekeringan, Anak SD di Hujung Kidul Tak Mandi Saat Sekolah
"Jembatan itu akses utama yang harus dilalui masyarakat setiap harinya. Baik masyarakat yang ingin ke kebunya dan juga untuk anak-anak menuju ke sekolahnya," katanya.
Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Kampung Batu Joliang dan Kampung Timbarau. Saat ini kodisi jembatan tidak bisa dilalui, masyarakat terpaksa harus bergotong royong memperbaiki jembatan agar bisa di lewati untuk sementara waktu.
"Sebelum ambruk, jembatan ini terkesan hanya di biarkan saja dan tidak pernah diperbaiki. Padahal kondisi jembatan sangat parah dan juga sudah lapuk,"ujarnya
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Herman Budiarto menyebutkan pembangunan jembatan segera dilakukan.
Kegiatan pembangunan menggunakan dana tanggap darurat 2019 senilai Rp300 juta, dengan bentang jembatan sepanjang 12 meter dan lebar tiga meter.
"Ya. Sekarang kami lagi nyiapin gambar dan RAB. Mudah-mudahan besok bisa langsung bekerja. Jembatannya semi permanen," ujarnya.
Sedangkan Bupati Hemdrajoni menegaskan jembatan tersebut bakal dituntaskan pada 2020. "Sekarang lagi ditangani BPBD," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!