- Satgas PKH menyegel tambang nikel PT Mineral Trobos milik David Glen Oei di Maluku Utara karena dugaan penambangan ilegal.
- Penindakan tegas ini dilakukan pada Jumat (27/2/2026) sebagai upaya pemerintah menertibkan penyalahgunaan kawasan hutan.
- Satgas PKH memiliki wewenang menguasai kembali aset negara berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025.
Suara.com - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) secara resmi melakukan tindakan penyegelan terhadap area operasional tambang nikel milik PT Mineral Trobos di Maluku Utara.
Perusahaan tambang tersebut diketahui merupakan milik pengusaha David Glen Oei, yang juga dikenal luas sebagai bos klub sepak bola nasional, Malut United.
Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, membenarkan adanya upaya penindakan tegas terhadap aktivitas penambangan yang diduga dilakukan secara ilegal tersebut.
Penertiban ini dipicu oleh adanya dugaan kuat praktik penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin yang sah dari otoritas terkait.
Barita menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam menertibkan penyalahgunaan kawasan hutan di seluruh penjuru Indonesia.
"Tim Satgas sedang bekerja melakukan penertiban atas pengolahan kawasan hutan secara ilegal atau tidak sah di seluruh kawasan hutan Indonesia, termasuk di Maluku Utara," kata Barita saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).
Ia juga memaparkan bahwa Satgas PKH memiliki wewenang untuk melakukan penguasaan kembali lahan, penagihan denda administratif, hingga pemulihan aset negara.
Proses penguasaan kembali aset negara tersebut ditandai secara fisik dengan pemasangan plang pertanda di lokasi operasional perusahaan.
"Penguasaan kembali dalam praktiknya dilakukan dengan pemasangan plang pertanda penguasaan telah dilakukan oleh negara melalui satgas," tegas Barita.
Baca Juga: Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
Dalam menjalankan tugasnya, Satgas PKH berlandaskan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan.
Barita menjamin bahwa setiap proses verifikasi pelanggaran di lapangan saat ini dilakukan dengan sistem yang terukur, akuntabel, serta transparan.
"Saat ini, seluruh verifikasi atas dugaan pelanggaran kawasan hutan sedang gencar dilakukan Tim Satgas di lapangan," jelas dia.
Tindakan represif ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi setiap kegiatan usaha yang berjalan secara legal di atas kawasan hutan Indonesia.
"Tindakan penertiban sebagai bagian dari kewenangan Satgas pasti akan dilakukan dengan cermat, hati-hati dan profesional," jelas dia.
Sebagai informasi tambahan, David Glen Oei selaku pemilik perusahaan sebelumnya sempat terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan tercatat pernah melakukan pemeriksaan terhadap David Glen Oei guna mendalami kasus yang melibatkan petinggi daerah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas