Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan 6.500 personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di Papua dan Papua Barat. Wiranto menilai jumlah pasukan itu cukup kecil jika dibandingkan dengan total personel gabungan TNI-Polri yang berjumlah 850 ribu personel.
Pernyataan Wiranto sekaligus untuk menepis adanya anggapan dari beberapa pihak yang menyebut pemerintah terlalu berlebihan menerjunkan ribuan personel TNI-Polri dalam mengatasi persoalan di Papua dan Papua Barat.
"Nah yang ada di sana kan sekitar 6.500 personel. Jadikan tidak sampai 1 persen, kecil sekali," ujar Wiranto saat jumpa pers di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).
"Jadi jangan kemudian diisukan bahwa di sana TNI dan Polisi menggeruduk di sana, mengadakan aksi dan menakuti-nakuti rakyat. Ini berita yang enggak bener, berita yang sampai saya seakan-akan di sana enggak aman di sana tensinya amat besar. Kecil itu dibanding kekuatan TNI dan Polri secara keseluruhan," Wiranto menambahkan.
Wiranto menjelaskan, Personel TNI-Polri di Papua dan Papua Barat bertugas untuk melindungi masyarakat dan objek vital dari aksi anarkis. Wiranto memastikan tidak ada tindakan represif seperti yang diisukan.
"Tugas dia (TNI-Polri) pun sudah dikatakan bukan represif. Tugasnya melindungi masyarakat, melindungi objek vitalz melindungi objek penting instalasi-instalasi penting fasilitas umum dilindungi agar tidak dirusak serta tidak dibakar," kata Wiranto.
Selain itu, kata Wiranto, personel gabungan TNI-Polri pun juga diinstruksikan untuk melakukan upaya dialogis dan persuasif kepada masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat Papua dan Papua Barat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang hendak melakukan aksi demonstrasi yang dikhawatirkan berujung anarkis.
"Mereka mengajak hidup berdampingan secara damai. Mereka punya misi itu. Misi tambahannya ya bersihkan puing-puing akibat kerusakan," imbuhnya.
Baca Juga: Asrama Mahasiswa Papua Dikirimi Ular, Walkot Risma: Sudah Disidik Polisi
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat—sayap militer Organisasi Papua Merdeka—menyebar surat ultimatum kepada pemerintah Indonesia, terutama Menkopolhukam Wiranto.
Dalam surat pernyataan yang ditandatangani Kepala Staf Umum TPNPB Mayjen Terryanus Satto dan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom tersebut, terdapat 25 butir penjelasan.
Salah satu ultimatum dalam pernyataan tersebut adalah, agar pemerintah Indonesia menyetop pengiriman pasukan militer ke Papua.
"Kami mendesak kepada pemerintah kolonial Republik Indonesia agar segera hentikan pengiriman militer yang berlebihan di Papua, karena hal ini merupakan tindak teror mental dan psikologis bagi masyarakat sipil, orang asli Papua oleh negara," demikian isi poin ultimatum ke-7.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal