Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasi dalam memperingati tiga momen; ulang tahun ke-70 SBY, HUT ke-18 Partai Demokrat, dan 100 hari wafatnya Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019) malam.
Dalam pidatonya, SBY menyampaikan tiga hal penting yang menjadi pokok pikirannya bagi bangsa Indonesia saat ini.
Ketiga poin ini diharapkan SBY bisa menjadi salah satu acuan bagi presiden terpilih Joko Widodo dalam memimpin bangsa Indonesia periode 2019-2024.
Berikut isi pidato kontemplasi full SBY:
Pidato Kontemplasi
Prof DR H. Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat
Pada Acara
100 Hari Wafatnya Ani Yudhoyono
HUT 18 tahun Partai Demokrat
70 tahun SBY
Jakarta, 9 September 2019
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Orang bijak berkata, “Setiap hari berbeda, setiap hari punya makna” Juga, “Setiap hari ibadah, setiap hari kita mencari berkah” Demikian pula hari ini 9 September 2019
Selain itu, saya yakin kita semua, yang hadir di tempat ini, saat ini, tentulah ingin agar .“Hari ini lebih baik dari hari kemarin”, dan “Hari esok lebih baik dari hari ini”
Karenanya, jika hari ini saya menyampaikan “Pidato Kontemplasi”, saya sungguh berniat dan memohon kepada Tuhan, Allah SWT, agar hari esok dan kedepannya lagi, kita bisa melakukan sesuatu yang bermakna dan bisa berbuat yang lebih baik. Baik sebagai umat hamba Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, maupun sebagai warga bangsa Indonesia tercinta, bahkan warga dunia yang mendambakan dunianya makin baik di masa depan
Para Sahabat,
Lewat tengah malam, memasuki hari baru 9 September 2019 ini, saya terbangun dari tidur.
Saya yakin, hal itu bukan hanya kebetulan. Tetapi, Sang Pencipta mengingatkan saya bahwa usia saya genap 70 tahun. Karenanya, saya sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, atas segala karunia yang diberikan kepada saya.
Baca Juga: Sedih, Ultah SBY Bertepatan dengan 100 Hari Wafatnya Ani Yudhoyono
Betapa Maha Pengasih dan Maha PemurahNya Tuhan Sang Pencipta. Namun, segera saya sadari, rasa syukur dan bahagia tersebut berbarengan pula dengan rasa haru dan duka.
Sepuluh hari yang lalu, sepuluh hari menjelang hari kelahiran saya ini, Ibunda tercinta, yang melahirkan saya 70 tahun yang lalu, tepat tanggal 9 September 1949,
telah dipanggil oleh Allah SWT.
Rasa duka yang lain adalah ini adalah hari ulang tahun yang pertama, yang di tengah malam yang hening, tak ada lagi yang memeluk saya, seraya membisikkan kata-kata yang indah “Selamat Ulang Tahun, Pepo. Happy Birthday. Panjang usia, bahagia dan sukses selalu”
Karena, karena orang yang setiap tahun melakukan itu, isteri tercinta, 100 hari yang lalu juga telah berpulang ke Rahmatullah. Meskipun, isteri tercinta Ani Yudhoyono, akan selalu berada dihati saya. Menyatu dengan memori indah, yang kami bangun selama 43 tahun bersamanya.
Inilah kehidupan.
Penuh paradox. Satu titik, dua sisi. Dua sisi dari satu mata uang logam. Kodrat keseimbangan dalam domain kekuasaan Tuhan. Semua hukum kehidupan ini, hadir dan kita rasakan hari ini. Paling tidak untuk diri saya secara pribadi.
Disatu sisi saya bersyukur, bahagia dan bergembira, karena hari ini usia saya genap 70 tahun.Juga gembira, karena di antara yang hadir juga ada teman-teman seperjuangan dari Partai Demokrat, yang hari ini memperingati hari jadi Partai yang ke 18 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal