- Sidang di Pengadilan Militer Jakarta pada 7 Mei 2026 mengungkap profil kejiwaan empat terdakwa kasus penyiraman air keras.
- Saksi ahli menyatakan keempat anggota BAIS TNI tersebut memiliki kecenderungan perilaku berisiko serta memiliki pola pikir impulsif.
- Para terdakwa mengakui penyesalan mendalam karena perbuatannya telah merusak martabat institusi TNI serta merugikan keluarga mereka sendiri.
Suara.com - Profil empat anggota BAIS TNI yang menjadi terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus diungkap dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Kabidbang Pusat Psikologi TNI, Kolonel Arh Agus Syahruddin, hadir sebagai saksi ahli untuk memaparkan hasil pemeriksaan kejiwaan para prajurit tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara internal, Agus membeberkan bahwa para pelaku memiliki kecenderungan untuk menampilkan perilaku yang beresiko.
Sementara dari segi perorangan, Serda Edi Sudarko disebut memiliki kepribadian agresif dan dominan, serta memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas berpikir sehingga cenderung impulsif.
Terdakwa lainnya, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, dinilai memiliki kemampuan analisa yang rendah serta kepribadian yang cenderung formal dan minim empati.
Selanjutnya, Kapten Nandala Dwi Prasetyo diketahui memiliki pola pikir yang kaku dan lebih mengutamakan solusi praktis dibandingkan analisa mendalam.
Adapun Lettu Sami Lakka disebut memiliki proses berpikir yang sederhana dengan kecenderungan minat sosial yang rendah.
Namun, keempatnya juga disebut sudah menyadari dampak hebat dari perbuatan mereka yang memicu prahara luas.
"Memang dalam wawancara mereka nampak menyesal," beber Agus.
Baca Juga: Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
Aksi penyiraman air keras itu diakui para terdakwa telah mencoreng nama baik korps serta meruntuhkan martabat institusi tempat mereka bernaung selama ini.
Penyesalan juga menyeruak setelah mereka melihat dampak serius yang diderita Andrie selaku korban.
Selain itu, para terdakwa merasa sangat terbebani lantaran tindakan tersebut telah menyeret keluarga masing-masing ke dalam pusaran masalah yang pelik.
"Mereka mengatakan tidak berpikir panjang," jelas Agus.
Persidangan sendiri dijadwalkan berlanjut pekan depan, untuk menggali lebih dalam motif di balik serangan yang mencederai nilai kemanusiaan ini dari sisi para terdakwa.
Berita Terkait
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China