Suara.com - Turki kembali memerintahkan penangkapan 223 personel militer yang masih aktif di seluruh negeri dan di negara bagian Siprus Utara, yang memisahkan diri, karena diduga memiliki hubungan dengan jaringan yang dituding Ankara berupaya melakukan makar atau kudeta pada 2016, media pemerintah melaporkan pada Sabtu (14/9/2019).
Otoritas sedang mengejar para tersangka di seluruh 49 provinsi di Turki dan di Siprus Utara, demikian lembaga penyiar TRT Haber. Menurutnya, 100 tersangka di antaranya berasal dari kalangan militer, 41 dari angkatan udara dan 32 lainnya dari angkatan laut.
Ankara menuding ulama Muslim Fethullah Gulen yang berbasis di AS, yang mengasingkan diri di Pennsylvania sejak 1999, sebagai dalang dari kudeta gagal 15 Juli 2016. Gullen membantah keterlibatan apa pun.
Selama tiga tahun aksi 'bersih-bersih' pascaupaya kudeta, lebih dari 77.000 orang dijebloskan ke penjara sambil menunggu persidangan dan sekitar 150.000 pegawai sipil, personel militer dan lembaga lainnya dipecat atau diberhentikan sementara.
Sumber: Reuters
Berita Terkait
-
Hina Presiden Erdogan, Politikus Turki Divonis 10 Tahun Penjara
-
Turki Bakal Rombak Pabrik Bir Legendaris Jadi Masjid
-
Ini Dia Cig Kofte, Kuliner Ekstrem dari Daging Mentah yang Populer di Turki
-
Mewah, Chef Nusret 'Salt Bae' Giling Daging Berlapis Emas 24 Karat
-
Resmi Dikenalkan Trabzonspor, Ini Torehan Prestasi Daniel Sturridge
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau