Suara.com - Mayoritas kaum hawa berdiri di depan gedung DPR-MPR-DD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019). Meskipun suhu udara menunjukkan 32 derajat celcius, semangat perempuan-perempuan itu tidak luntur untuk menyampaikan aspirasi mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).
Saadah, pegiat dari lembaga layanan masyarakat jauh-jauh datang dari Cirebon hanya untuk ikut berpartisipasi dengan pegiat lainnya. Ia yang selama ini bekerja untuk membantu para korban kekerasan seksual menilai RUU PKS sangat perlu hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Kami yang langsung berhadapan dengan para korban jadi kami mengetahui apa sih yang menjadi kebutuhan para korban," kata Saadah saat ditemui Suara.com di lokasi, Selasa (17/9/2019).
Saadah menilai anggota DPR RI saat ini lebih memprioritaskan pengesahan Revisi UU KPK ketimbang terus menggodok RUU PKS. Karena masih banyak perdebatan, RUU PKS akhirnya ditunda untuk dibahas oleh DPR RI pada periode 2019-2024 mendatang.
Tak banyak keinginan yang disampaikan Saadah. Ia hanya ingin RUU PKS bisa segera disahkan menjadi Undang-undang agar para korban kekerasan seksual bisa mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan.
"Harapan kita ini bisa disahkan dalam periode kepengurusan yang sekarang, karena memang kebutuhannya yang sangat mendesak," ujarnya.
"Di mana para korban itu masih banyak yang diintimidasi dengan kondisi mereka sekarang. Kalau itu ditunda maka akan memperpanjang penderitaan para korban kekerasan seksual," Saadah menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas