Suara.com - Sepatu kotor Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau beberapa waktu lalu sempat menjadi menjadi perhatian publik tak terkecuali oleh Mantan Sekretaris Kementrian BUMN Muhammad Said atau Said Didu.
Dalam akun Twitter-nya, Said memamerkan foto yang persis dengan foto Jokowi saat berkunjung ke Riau lengkap dengan sepatu kotornya.
Setidaknya ada empat foto yang diunggah Said. Foto pertama memperlihatkan Said tengah berjalan di tengah-tengah perkebunan lengkap dengan gestur mengaitkan kedua tangan ke balik punggungnya. Berkemeja biru, Said pun menyajikan foto seolah-olah tengah memandang sekitar.
"Don @DonAdam68 betul, ternyata memang gaya itu berat," kata Said melengkapi unggahan fotonya melalui akun Twitternya @msaid_didu pada Kamis (19/9/2019).
Kemudian pada foto terakhir yang diunggahnya, Said menunjukkan sepatunya yang berwarna krem. Lucunya, sepatu yang ia kenakan itu malah ditambah dengan gabah yang diambil dari sekitarnya.
Untuk diketahui, setelah ikut mendampingi Presiden Jokowi meninjau lokasi karhutla, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memamerkan foto sepatu.
Ia mengunggah dua foto di akun resmi Instagram-nya, @pramonoanungw, pada Selasa (19/9/2019) siang.
Kedua foto tersebut tampaknya diambil di lokasi yang sama dan dengan objek yang sama pula. Tampak kaki bersepatu dari empat orang yang duduk di kursi cokelat pada masing-masing foto.
Semuanya mengenakan celana dan sepatu hitam. Dua di antara sepatu itu memiliki aksen garis putih di bagian bawah.
Baca Juga: Gerindra Semprot Jokowi Soal Sepatu Kotor dan 4 Berita Hit Lainnya
Namun, ada perbedaan mencolok dari kedua foto tersebut, yakni Sepatu-sepatu di foto kedua memiliki bercak cokelat seperti bekas tanah yang kotor.
Menurut keterangan Pramono Anung, kedua foto diambil dalam helikopter khusus kepresidenan, tetapi dalam waktu yang berbeda, yakni sebelum dan sesudah meninjau lokasi karhutla.
Sementara pemilik masing-masing dari empat pasang kaki di foto adalah Jokowi; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono; dan Pramono Anung sendiri.
"Sepatu sebelum dan sesudah kunjungan ke daerah yg terbakar di Pelalawan, Riau. Sepatu Presiden @jokowi, Menko Polhukam @wiranto.official, MenPUPR Basuki dan @pramonoanungw di atas Heli Kepresidenan, mana sepatuku? Yang paling kotor #penangananasap #kerjakerjakerja #riau," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya