Suara.com - Para perantau yang ada di Wamena Papua meminta bantuan pemerintah untuk segera memulangkan para perantau ke daerahnya masing-masing pasca-demonstrasi yang diwarnai aksi vandalisme dan amuk massa pada 23 September 2019 lalu.
Salah satu pengungsi yang berada di Aula Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare Jayapura, Abdullah Sihanudin (40) mengatakan, sejak tiga hari lalu ia bersama ratusan pengungsi lainnya berada di lokasi penampungan sementara itu. Ia berencana kembali ke kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur.
“Saya harap pemerintah membantu kami kembali ke kampung halaman saya. Kami khawatir karena semua mengungsi. Di Jayapura saya tidak ada keluarga. Saya ingin pulang secepatnya ke kampung halaman,” kata Abdullah.
Menurutnya, jika mesti menunggu pesawat Hercules milik TNI untuk mengangkut warga yang ingin kembali ke kampung halaman, butuh waktu karena kini ada sebanyak tujuh ribu warga di Wamena akan dievakuasi ke Jayapura.
“Mau berapa (kali penerbangan) pesawat lagi yang mau ke Wamena. Mungkin diangsur dulu, yang sudah di Jayapura diantar ke kampung halamannya dulu kalau ada yang mau pulang,” ucapnya.
Pengungsi lainnya, Nani Susongki asal Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengatakan hal yang sama.
Informasi yang ia dapat menyebut, pesawat baru akan diberangkatkan mengantar pengungsi ke kampung halamannya jika sudah ada sebanyak 150 orang dalam satu kali penerbangan.
“Sampai sekarang baru 70 orang yang terdata ingin pulang ke Jawa. Kalau bisa, misalkan sudah ada 100, sebaiknya diangkut saja. Kalau masalah kebutuhan di pengungsian di Jayapura ini sudah terpenuhi. Kami hanya berharap dapat segera pulang ke kampung,” kata Nani.
Berita ini sebelumnya dimuat Jubi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Pengungsi Wamena: Kami ingin cepat pulang ke kampung halaman"
Baca Juga: Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Setahun Menanti Janji Gubernur, Pedagang Taman Puring Terpuruk dan Terus Menyusut
-
Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram
-
9 Pilihan Warna Lipstik Matte yang Tahan Lama, dari Nude hingga Merah Klasik
-
Cushion Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik
-
Aktivasi BRImo Lewat Tring Pegadaian, Dapatkan Cashback Rp25 Ribu
-
Sahroni Usul Bentuk Lembaga Baru, Kelola Aset Sitaan Tak Lagi Tumpang Tindih
-
Berapa Kekayaan Syahrini? Bikin Heboh Pakai Cincin Rp116 M saat Ulang Tahun Anak
-
Miris! Tanah Ditukar Senter, UU IKN Digugat ke MK Demi Bela Hak Masyarakat Adat
-
Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem
-
Bukan Artis, Sosok Ini Sukses Jadi Influencer Berkat Konten Otomotif