Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menetapkan jajaran fraksinya untuk periode 2019-2024. Untuk periode yang baru, PKS tetap konsisten sebagai partai di jalur oposisi.
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menjelaskan setidaknya ada dua komitmen Fraksi PKS untuk lima tahun ke depan. Komitmen yang pertama ialah PKS tetap akan menjadi partai penyeimbang pemerintah dengan mengedepankan kritis dan konstruktif.
"Fraksi PKS akan terus kritisi dan tolak kebijakan pemerintah tentang penaikan harga-harga TDL, bahan bakar, sembako, iuran BPJS, dan lain-lain," kata Jazuli di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Selasa (1/10/2019).
Sikap oposisi itu tetap dijalankan Fraksi PKS, meski politikus PDI Perjuangan Puan Maharani resmi terpilih menjanat Ketua DPR RI baru. Diketahui, PDI Perjuangan merupakan partai yang mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Juga tolak kebijakan importasi yang ugal-ugalan serta utang pemerintah yang kian membengkak, termasuk menolak kebijakan investasi asing tapi dengan mematikan sumber daya dan potensi nasional," sambungnya.
Kemudian, komitmen selanjutnya ialah bagaimana membangun relasi konstituensi dan perwakilan yang lebih dirasakan dampak dan manfaatnya oleh rakyat kecil dan umat. Sementara itu, bersamaan dengan dilantiknya anggota DPR RI periode 2019-2024, PKS pun telah menetapkan susunan Fraksi PKS yang baru.
Berikut ialah Fraksi PKS DPR RI Periode 2019-2014:
Ketua: Dr. H. Jazuli Juwaini, MA
Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Dr. H. Sukamta
Baca Juga: Interupsi, PKS Minta RKUHP Disahkan Tapi Pasal Penghinaan Presiden Dihapus
Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan: Dr. H. Mulyanto, M.Eng
Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat: Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si
Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan: H. Ecky Awal Mucharam
Wakil Ketua Bidang Kinerja: Drs. H. Adang Daradjatun
Sekretaris Fraksi DPR RI: Hj. Ledia Hanifa A, S.Si., M.Psi.T
Bendahara Fraksi DPR RI: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E
Berita Terkait
-
Pelukan Megawati Kala Puan Maharani Resmi Jabat Ketua DPR RI
-
Resmi! Puan Maharani Jadi Ketua DPR RI periode 2019 - 2024
-
Megawati Hadiri Pelantikan Puan Maharani Sebagai Ketua DPR RI
-
PKB Ajukan Cak Imin Jadi Wakil Ketua DPR Periode 2019-2024
-
Bakal Jadi Perempuan Pertama sebagai Ketua DPR, Puan Maharani: Pecah Telur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK