Suara.com - Budayawan sekaligus penulis Sujiwo Tejo mengomentari sikap anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan dalam tayangan Mata Najwa di Trans7 pada Rabu (9/10/2019) malam.
Menurut Sujiwo Tejo, Arteria Dahlan menunjukkan perilaku kasar terhadap Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Emil Salim, yang jelas lebih tua darinya.
Maka dari itu, Sujiwo Tejo menyarankan Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketum PDIP, meminta maaf ke Emil Salim.
"Mbak Mega sebaiknya minta maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anggotanya terhadap sesepuh kita bersama itu. Bahkan bila salah pun, orang tua tak boleh dikasari. Begitu adab kita mengajar. Permintaan maaf langsung dari yang bersangkutan, sudah tidak level lagi, Mbak," cuit @sudjiwotedjo, Rabu.
Pada cuitan berikutnya, Sujiwo Tejo kembali menegaskan bahwa permintaan maaf harus disampaikan oleh Megawati, bukan Arteria Dahlan sendiri.
Ia menjelaskan, alasannya yakni, level Megawati lebih sepadan dengan Emil Salim.
"Harus Mbak Mega sendiri yang memohonkan maaf atas kekasaran orang ini ke Pak Emil Salim, agar levelnya sepadan. Ponokawan kalau kurang ajar ke Kakek Abiyasa, yang memohonkan maaf Kresna. Kalau mereka sendiri yang minta maaf, malah kurang ajar," tambahnya.
Keesokan harinya, Sujiwo Tejo masih menyebut Megawati dan Emil Salim dalam cuitannya.
Dalang asal Madura ini menyindir Arteria Dahlan dengan memberinya gelar khusus.
Baca Juga: Isu Gerindra Masuk Kabinet, PDIP Ingatkan Jokowi Akan Pesan Megawati
Ia juga berkelakar, upacara penganugerahan gelar itu akan dilaksanakan di depan siswa STM.
"Baiklah, bila Mbak Mega tidak berkenan mohon maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anak buah Mbak kepada beliau, saya usul Mbak:
Gimana kalau yang bersangkutan kita anugerahi gelar "BAPAK BUDI PEKERTI INDONESIA"? Upacara penganugerahannya di depan #anakSTM se-Indonesia?" tulis Sujiwo Tejo.
Pada saat berdebat tentang KPK dan Perppu di Mata Najwa, Arteria Dahlan membentak dan menunjuk-nunjuk Emil Salim.
"Begini, Bung, di dalam aturan Undang-Undang KPK, ada kewajiban menyampaikan laporan..." ucap Emil Salim, tetapi belum selesai, dipotong Arteria.
"Enggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu enggak?" sahut Arteria Dahlan, bangkit dari tempat duduknya sambil menunjuk-nunjuk Emil Salim.
Melihat lawan bicaranya ngotot, Emil Salim pun dengan tegas berkata, "Tiap tahun dia menyampaikan laporan!"
Namun, Arteria Dahlan tetap tak mau kalah adu argumen, sehingga ia tak henti-hentinya menunjuk-nunjuk Emil Salim sambil terus berbicara dengan suara kencang.
"Mana Prof? Saya di DPR, Prof. Enggak boleh begitu Prof. Saya yang di DPR, saya yang tahu, Prof! Mana? Prof sesat! Ini namanya sesat!" kata Arteria Dahlan, menggunakan nada tinggi.
Berita Terkait
-
Momen Arteria Dahlan Ditegur Najwa Shihab Gara-gara Tunjuk Penonton
-
Goenawan Mohamad: Arteria Dahlan Bikin Nama DPR Kian Buruk
-
Deskripsi soal Arteria Dahlan di Wikipedia Jadi Sasaran Warganet
-
Panas, Arteria Dahlan Bentak dan Sebut Emil Salim Sesat Saat Debatkan KPK
-
Tunjuk dan Sebut Emil Salim Sesat, Begini Penjelasan Arteria Dahlan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
-
Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu