Suara.com - Professor of Communication and Creative Industries, Queensland University of Technology, Brisbane sekaligus Presiden The International Communication Association (ICA) Terry Flew menyimpulkan, bahwa demokrasi digital sejauh ini telah menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga demokrasi.
Flew menyebut krisis kepercayaan itu terjadi secara menyeluruh dan tidak hanya terhadap lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, tetapi juga terhadap institusi agama, media massa, perbankan dan lain-lain.
"Krisis itu terjadi bersamaan dengan semakin mudahnya masyarakat mendapatkan informasi, wacana, referensi, diskusi dan konsultasi melalui media baru seperti media sosial, mesin-pencari dan e-commerce,” ujar Flew dalam pidatonya di konferensi yang bertajuk “Searching for the Next Level of Human Communication: Human, Social, and Neuro (Society 5.0).
“Ketika banyak hal bisa ditransaksikan dengan e-money, maka orang perlahan melupakan fungsi perbankan, betapa pun e-money sarat dengan kejahatan. Ketika informasi mudah didapatkan melalui media sosial, maka orang mulai meninggalkan media massa, betapapun akhirnya terbukti media massa sesungguhnya lebih dapat dipercaya. Ketika referensi keagamaan begitu mudah didapatkan melalui youtube atau facebook, maka institusi resmi keagamaan juga mulai ditinggalkan,” tambah Flew.
Indonesia mungkin menjadi pengecualian dalam kasus ini. Menurut paparan Edelman Trust Barometer, secara global tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah dan media massa hanya sebesar 44% tahun 2018 dan 47 persen tahun 2019.
Namun di Indonesia, temuan Edelman Trust Barometer menyebut jika tingkat kepercayaan masyarakat di Indonesia terhadap media massa masih cukup tinggi. Temuan Flew juga menyebutkan jika saat ini sedang terjadi ketidakpercayaan terhadap elit politik oleh masyarakat.
“Sudah tahu suatu informasi mengandung hoaks disebarkan juga oleh media massa untuk mendapatkan share atau hit tanpa verifikasi memadai. Media massa dalam hal ini tidak menjadi sumber informasi yang lebih baik daripada media sosial,” tegas Flew.
Sementara itu menurut pakar komunikasi dari PoliticaWave Sony Subrata dalam sebuah tulisannya di buku Jagat Digital, Pembebasan dan Penguasaan, menyebutkan apabila media sosial (medsos) memiliki dampak terhadap masyarakat.
Sony mengungkapkan jika medsos bisa menjadi baik bila digunakan dengan semestinya, namun juga negatif jika salah dalam pemanfaatannya.
Baca Juga: Sindir Ferdinand Demokrat Sebar Meme Apel Keluarga Aparat Bijak Main Medsos
“Apabila kita menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, kita harus benar-benar bijak dalam penggunaannya. Sebab medsos bisa menghasilkan hal-hal positif, namun bisa juga memberikan dampak negatif,” ujar Sony.
“Contoh penggunaan medsos yang negatif adalah digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan berita-berita hoaks kepada Jokowi pada Pilpres kemarin. Oleh karena itu, saya sangat berharap nantinya Pemerintah harus bersikap tegas terhadap mereka yang gemar menyebarkan hoaks supaya tidak menimbulkan perpecahan Bangsa,” tutup Sony.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Viral! Cinta Segitiga Berakhir Tragis, Pemakaman Berubah Jadi Arena Baku Hantam
-
Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!
-
Mediasi Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin Datangi Polda Metro Jaya
-
Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo
-
Hanyut Sejauh 5 Kilometer, Balita yang Terseret Arus di Srengseng Ditemukan Meninggal Dunia
-
PKB Apresiasi Gencatan Senjata ASIran, DPR Dorong Indonesia Aktif Jaga Perdamaian
-
Negosiator Iran Masih Misterius! Siapa Sosok di Balik Perundingan Panas dengan AS?
-
Pemerintah Genjot Perbaikan Transportasi Publik, Dorong Warga-Pejabat Beralih dari Kendaraan Pribadi
-
Siapa Mohammed Wishah? Wartawan Dirudal Israel saat Liputan di Gaza
-
RI Respons Temuan Awal PBB Soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: Segera Tuntaskan Investigasi!