- Mendagri Tito Karnavian meminta Pemda dengan sisa anggaran tinggi segera bantu daerah terdampak bencana Sumatra.
- Seruan disampaikan dalam Rapat Evaluasi Realisasi APBD 2025 agar dana ditransfer langsung untuk pemulihan.
- Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran sebagai payung hukum untuk memfasilitasi transfer bantuan antar-daerah tersebut.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melontarkan sentilan keras kepada pemerintah daerah (Pemda) yang diketahui masih memiliki sisa anggaran tinggi di penghujung tahun.
Di saat sejumlah wilayah di Sumatra luluh lantak akibat bencana, Mendagri Tito meminta para kepala daerah yang "gemuk" anggarannya untuk tidak tinggal diam dan segera menyalurkan bantuan.
Seruan tegas ini disampaikan Mendagri dalam Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 yang digelar secara virtual bersama seluruh kepala daerah.
Ia mendorong adanya transfer dana langsung dari daerah berkemampuan fiskal kuat ke daerah-daerah terdampak bencana demi mempercepat proses pemulihan.
“Saya sangat berharap teman-teman yang memiliki anggaran yang masih simpan-simpan cukup banyak, bantu, bantu saudara-saudara kita melalui kepala daerahnya, ditransfer dananya ke sana, dan gunakan untuk kepentingan kebencanaan,” kata Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Tito mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi di lapangan, di mana sejumlah daerah terdampak bencana seperti Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara memiliki sisa anggaran yang sangat minim untuk bangkit kembali.
Meskipun pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), menurutnya, hal itu tidak cukup. Solidaritas dari sesama pemerintah daerah menjadi kunci.
Terlebih, Kemendagri mengantongi data sejumlah daerah yang sisa anggarannya masih sangat besar.
Untuk melegalkan transfer bantuan antar-daerah ini, Tito menegaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran yang menjadi payung hukumnya.
Baca Juga: Bukan Pemerintah, Bantuan Gereja untuk Bencana Sumatra Disalurkan Lewat KWI dan Keuskupan
Ia mengingatkan bahwa bencana bisa menimpa siapa saja, sehingga rasa persaudaraan harus diutamakan.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di saat seperti ini kita harus menimbulkan solidaritas di antara kita-kita, pemerintah daerah. Terutama yang keuangannya tinggi,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Lebih jauh, Mendagri memaparkan bahwa bencana di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—telah berdampak pada total 52 kabupaten/kota. Ia menyebut beberapa daerah yang harus menjadi prioritas utama untuk segera dibantu karena aktivitas ekonominya lumpuh total.
“Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, kemudian Bener Meriah. Itu daerah-daerah superprioritas (untuk dibantu),” ujarnya.
Selain di Aceh, beberapa wilayah di Sumatra Utara seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Mandailing Natal juga masih sangat memerlukan uluran tangan.
Sementara di Sumatra Barat, daerah yang perlu mendapat atensi khusus antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Berita Terkait
-
Bukan Pemerintah, Bantuan Gereja untuk Bencana Sumatra Disalurkan Lewat KWI dan Keuskupan
-
Mendagri dan sejumlah menteri pantau kesiapan ibadah Malam Natal 2025 di Jakarta.
-
Begini Update Kelistrikan di Aceh, Sudah Menyala Semua?
-
Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah
-
Bertahan di Tengah Bencana: Apa yang Bisa Dimakan dari Jadup Rp 10 Ribu Sehari?
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029