Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan kemungkinan besar Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo bakal menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) di pemerintahan kedua Presiden Jokowi.
"Saya dengar seharian ini, (Edhy Prabowo) jadi Menteri Kelautan (dan Perikanan), namun kita tunggu saja pengumuman resmi Presiden Jokowi pada Rabu (23/10)," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/10/2019).
Apabila Edhy Prabowo benar akan menjadi menteri KKP, maka kader gerindra itu akan menggantikan posisi Susi Pudjiastuti.
Habiburokhman menuturkan, Edhy Prabowo berlatar belakang Ketua Komisi IV DPR yang dekat dengan nelayan dan paham persoalan kelautan. Selain itu menurut dia, Edhy merupakan aktivis Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA).
"Jadi beliau pas kalau ditempatkan di KKP, tidak ada persoalan," ujarnya.
Dia membantah kalau nantinya Edhy menjadi Menteri KKP bertentangan dengan visi misi Gerindra di sektor pangan, karena sumber daya laut khususnya ikan sangat penting.
Menurut dia, Gerindra memiliki program revolusi putih dan generasi emas yang poin-poinnya ada terkait sumber daya laut seperti ikan.
"Indonesia merupakan bangsa maritim namun konsumsi ikan masih rendah padahal kandungan gizinya sangat tinggi yang mampu meningkatkan kualitas SDM kita," katanya.
Menurut dia, Gerindra tidak kecewa apabila diberikan kursi Menteri KKP, karena itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi yang tentu tidak mudah membuat formasi kabinet di periode kedua kepemimpinannya.
Baca Juga: Gandeng KKP, Jasindo Luncurkan Asuransi untuk Peternak Lele dan Udang
Habiburokhman mengatakan Gerindra telah memberikan pokok-pokok pikirannya di lima bidang kepada Presiden, namun kalau diberikan amanah di sebagian usulan tersebut maka partai yang diketuai Prabowo Subianto itu akan sangat menghargai. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
-
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya