Bahkan untuk urusan kebersihan diri saja dia sudah tidak terlalu peduli, bau pesing di rumahnya diakuinya sebagai akibat tingkah buruknya sendiri.
"Bau pesing kalau saya sering lupa buang air kecil di depan situ lupa disiram, saya suka minta air ke tetangga buat siram," ucapnya.
Sementara untuk mandi, Kudus mengandalkan wc umum milik RW yang terdapat di samping rel kereta.
"Kalau ke WC ya, WC umum bayar Rp 2 ribu itu sekalian semuanya, kadang juga nggak bayar, orang juga sudah paham pak," ungkap Kudus.
Enggan Meminta-minta
Meski hidup serba kesusahan, Kudus mengaku tidak mau meminta-minta dan berusaha menolak bantuan tetangga karena malu.
"Tetangga kadang juga ngasih, cuma saya seringnya menolak, karena malu, jangan bu jangan kasih setiap hari, kita juga orang susah juga," kata Kudus.
Dia juga enggan menerima bantuan listrik dari tetangga dan pengurus RW yang berniat membantu.
"Pernah saya ditawarin tetangga saya enggak mau, saya suka gelap-gelapan saya bilang," ujar Kudus.
Baca Juga: Kisah Kudus, Warga Jakarta Hidup Tanpa Listrik
Untuk makan dan bertahan hidup, Kudus mengumpulkan botol di depan rumahnya yang dibungkus dalam satu karung plastik putih.
"Biasa dapat Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dari kumpulin botol ini dikasih ke pengepul. Atau pemulung datang kasih uang ke saya, ya cukup buat makan," imbuh Kudus mengakhiri cerita.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!