Suara.com - Anggaran peningkatan pemakaian bandwith jaringan internet Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diusulkan naik dari anggaran tahun 2019 sebesar Rp 1,2 miliar menjadi Rp 4 miliar di tahun 2020.
Kenaikan anggaran hingga mendekati tiga kali lipat tersebut diduga karena digunakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemprov Riau untuk membuka media sosial (medsos) Youtube dan Film Korea saat jam kerja kantor.
Menanggapi dugaan tersebut, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Afrizal Nasution mengaku baru mendengar kabar tersebut.
"Nonton film Korea? Saya belum dengar itu, coba cari informasi. Yang jelas kita sejak awal masuk (jadi wagub) sudah melakukan penghematan energi, bahkan kita dapat penghargaan dari pusat karena ini," ujar Edy seperti diberitakan Riauonline.co.id-jaringan Suara.com pada Jumat (8/11/2019).
Anggaran pengelolaan bandwidth dan teknologi VPN Rp 1,2 miliar tahun 2019 tersebut dinilai tidak cukup memenuhi kebutuhan internet di 50 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Riau.
Edy menjelaskan, jika memang ada ASN maupun THL terbukti menonton film Korea dan Youtube, dipastikan bakal diberi sanksi tegas. Edy mengemukakan disiplin pegawai menjadi prioritas di provinsi tersebut.
"Kita kan sudah menerapkan penghematan energi harusnya itu sudah mereka pahami," tambahnya.
Saat ditanyakan, kemungkinan melakukan sidak bagi PNS dan THL yang sering menonton Film Korea dan Youtube, Edy menegaskan bakal terus melakukan sidak terkait disiplin pegawai di lingkungan Pemprov.
Baca Juga: Ketahuan Curi Konten YouTube, Akun Calon Sarjana Banjir Hujatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
-
Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar
-
DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen