Suara.com - Presiden RI Joko Widodo akrab disapa Jokowi. Namun belum banyak masyarakat yang mengetahui mengenai asal usul panggilan tersebut.
Ternyata Warga Negara Prancis, Bernard Chene, yang pertama kali memanggi Joko Widodo dengan sebutan Jokowi. Hal itu diungkap pada kanal YouTube Presiden Joko Widodo pada Jumat (8/11/2019).
Dalam video berdurasi 5 menit 41 detik tersebut, bule Prancis itu mengaku sebagai orang pertama yang memberikan panggilan itu.
Bernard Chene merupakan rekan bisnis furniture Jokowi yang telah menjalin kerja sama sejak 1999. Berkat kerja sama itu yang membuat usaha meubel mantan Wali Kota Solo itu mampu merambah pasar Eropa.
Soal panggilan Jokowi, Bernard bercerita kalau awalnya merasa kesulitan memanggil nama Joko Widodo, karena orang Prancis tidak terbiasa menyebut nama panjang.
Ia kemudian meminta izin untuk memanggil Joko Widodo dengan Jokowi.
"Kalau tidak keberatan, boleh saya panggil 'Jokowi' saja?"," ungkapnya.
Tak disangka, nama itupun menjadi populer dan dipakai oleh semua orang, khusunya di Indonesia. Padahal, awalnya itu hanya panggilan antara dirinya dan Jokowi.
Saat ditanya mengenai perasannya yang berhasil mencetuskan nama Jokowi, Bernard mengaku bahagia.
Baca Juga: Presiden Jokowi Putuskan Enam Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional
"Sekarang, semua orang memanggilnya dengan nama itu. Bagus, tidak apa-apa. Saya tidak kenapa-kenapa, senang tidak, sedih juga tidak. Yah, mungkin sedikit senang sih, karena kan saya yang membuatnya. Bagus!," tandas Bernard.
Panggilan itu pun membawa Bernard dan Jokowi menjalin hubungan persahabatan akrab, tak sekadar rekan bisnis hingga sekarang.
Berita Terkait
-
Sebut Orang Besar Terlibat Kasus Novel, Haris Azhar: Jokowi Gak Berani
-
Terungkap, Ini Orang Pertama yang Mencetuskan Nama Jokowi
-
Diangkat Jadi Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga Mundur dari Perindo
-
Paloh: Saat Jokowi Hadapi Ujian Berat, Jangan-jangan Cuma Tinggal Nasdem
-
Mau Seperti Polri dan BIN, Alasan Jokowi Hidupkan Posisi Wakil Panglima TNI
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?