Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melayangkan protes kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait tanggapannya mengenai karikatur Anies tenggelam dalam lem yang dijadikan cover majalah Tempo.
PSI melalui jejaring sosial resminya @psi_id, membandingkan tanggapan Anies tersebut dengan respons yang diberikan ketika anggaran janggal RAPBD DKI Jakarta 2020 terbongkar.
Seperti diketahui, anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI, William Aditya Sarana sempat dituding cari panggung setelah menemukan anggaran aneh pembelian lem Aibon Rp 82 miliar di Dinas Pendidikan.
Mulanya, PSI berharap mendapatkan respons positif ketika berhasil membongkar anggaran tak masuk akal. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya.
Maka dari itu, PSI melayangkan kritik lewat satire ekspektasi dan realita, sebagai tanggapan atas cuitan Anies Baswedan yang berterima kasih kepada majalah Tempo.
"PSI mengkritik Pak Anies. Ekspektasi: Pak Anies bilang terima kasih DPRD PSI fraksi PSI telah menjalankan tugasnya sebagai legislator. Semoga perbaikan dst...dst. Realita: Pak Anies bilang "biasa, orang baru cari panggung". Sedih mimin tuuuu," tulis @psi_id, Minggu (10/11/2019).
Sebelumnya, Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada media terkait peliputan polemik anggaran lem aibon.
Ia khusus menyampaikan terima kasih kepada Tempo, melalui jejaring Twitter pribadinya.
Anies menunjukkan karikatur dirinya tenggelam dalam lem aibon yang dipajang sebagai cover di majalah Tempo. Tertulis "Aib Anggaran Anies" di karikatur tersebut.
Baca Juga: Ucok Baba Punya Penghasilan Rp 200 Juta Per Bulan Dari Sini
"Terima kasih Tempo telah jalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Semoga perbaikan sistem yang sedang berjalan bisa segera kami tuntaskan. Terus awasi kami yang sedang bertugas di pemerintahan. Karikaturnya boleh juga. Kalau tidak begitu bukan Tempo namanya," cuit., Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat