Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross saat memimpin rapat terbatas soal Program Cipta Lapangan Kerja di kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Dalam pertemuan pada 6 November 2019 lalu, Ross mengatakan kepada Jokowi jika ada menteri yang ingin mengeluarkan satu regulasi, maka ia terlebih dahulu harus mencabut dua regulasi.
Terkait pertemuannya itu, Jokowi pun meminta agar jajarannya di Kabinet Indonesia Maju untuk meniru Amerika Serikat dalam membuat regulasi yang efisien dan efektif.
"Saya perlu informasikan bahwa di Amerika Serikat, kemarin Mendag AS Wilbur Ross bercerita ke saya, di sana kalau ada menteri ingin mengeluarkan satu Permen (peraturan menteri), dia harus cabut 2 Permen," ujar Jokowi.
Kata dia, seharusnya kebijakan yang dilakukan di Amerika Serikat tersebut bisa dicontoh Pemerintah Indonesia. Sebab kata Jokowi, sudah terlalu banyak peraturan menteri di setiap kementerian.
"Di sini (Indonesia) mestinya juga bisa melakukan itu, menteri kalau mau mengeluarkan satu peraturan menteri, nyabut-nya 40 peraturan menteri karena kita di sini terlalu banyak, banyak sekali," kata Jokowi.
Karena itu, sistem penerbitan permen di Amerika Serikat perlu implementasikan di Indonesia.
"Tolong ini nanti mulai dikaji lagi keluar satu peraturan menteri, potong berapa peraturan menteri. Kalau Amerika sekali lagi, satu (peraturan menteri) memotong dua (peraturan menteri)," ucap dia.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta seluruh jajarannya untuk mengidentifikasi regulasi yang menghambat.
Baca Juga: SBY hingga Jokowi, 4 Pejabat Publik yang Sering Ucapkan Salam Semua Agama
"Jika menghambat segera dipangkas, atau diusulkan untuk dipangkas pada Presiden dan khusus yang berkaitan dengan mandat dalam UU kita kumpulkan dan kita lakukan yang namanya omnibus law dan dibahas bersama DPR," tandasnya.
Berita Terkait
-
Maju Pilkada Solo, Pendiri PAN Minta Gibran Sabar Tunggu Jokowi Pensiun
-
Pagi-pagi 4 Menteri Jokowi Ngecor Beton LRT Jabodebek
-
Akhir Pekan, Kunjungi 4 Kuliner Favorit Presiden Jokowi di Solo
-
Sebut Orang Besar Terlibat Kasus Novel, Haris Azhar: Jokowi Gak Berani
-
Paloh: Saat Jokowi Hadapi Ujian Berat, Jangan-jangan Cuma Tinggal Nasdem
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan