Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara menyampaikan kebanggaan dan simpatinya kepada Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang bekerja penuh dedikasi dan pengorbanan. Para pekerja sosial ini ikut mengurai masalah sosial yang rumit, khususnya masalah anak dan merupakan garda depan Kementerian Sosial (Kemensos).
Mensos menekankan, keberadaan Sakti Peksos penting sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk membawa Indonesia maju.
"Keberadaan mereka akan memastikan bahwa birokrasi melayani masyarakat. Pesan Presiden Joko Widodo, masyarakat harus mendapat manfaat dari berbagai program Kementerian Sosial, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan kehidupan yang baik," katanya, dalam arahannya dalam Bimbingan dan Pemantapan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) di Jakarta, Senin (11/11/2019).
Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Harry Z. Soeratin, Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial, Asep Sasa Purnama, Direktur Rehabilitas Sosial Anak, Kanya Eka Santi, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Margowiyono, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito, dan tim Technical Assistance Program Rehabilitasi Sosial Anak (Progresa).
Dalam kesempatan tersebut, Mensos berbincang dengan empat orang Sakti Peksos yang datang dari daerah yang jauh di Indonesia. Mensos menggali tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan tugas. Tak lupa Juliari memuji dan memberikan semangat agar mereka terus bekerja.
"Profesi ini sangat besar tantangannya dan tidak mudah. Hanya bila Anda bekerja dengan hati, maka pekerjaan itu akan terasa mudah. Sebaliknya, bila hanya mengharapkan materi akan terasa berat," kata Juliari.
Dalam kesempatan ini, Mensos juga menyoroti pentingnya Kemensos memberikan perhatian dan layanan kepada anak, sejalan dengan masih kompleksnya masalah yang dihadapi anak.
"Kesejahteraan anak yang kita impikan, saat ini masih jauh dari realita. Kita semua pasti pernah mendengar terjadinya berbagai kasus yang merugikan anak," kata Mensos.
Mensos menyebut beberapa contoh kasus kekerasan terhadap anak, termasuk orangtua yang menelantarkan atau membuang anaknya. Untuk kebutuhan dasar pun, kata Mensos, masih banyak anak Indonesia yang tidak bisa sekolah, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan bahkan tidak memiliki akte kelahiran yang merupakan hak sipil anak yang pertama.
Baca Juga: Kemensos Usulkan 20 Nama Calon Pahlawan Nasional
Berbagai data menunjukkan nasib anak masih sangat memprihatinkan. Kemensso melalui Sakti Peksos mencatat, terdapat 11.088 kasus yang melibatkan anak per Oktober 2019. Selain jumlahnya, kedalaman kasus sendiri dirasakan cukup memperhatinkan.
"Semua persoalan yang dihadapi anak-anak tersebut merupakan bagian tugas kita," Juliari menekankan.
Mensos mengingatkan, anak-anak berhak berada dalam lingkungan yang menjamin keselamatan dan tumbuh kembangnya. Anak juga harus berpartisipasi dalam penentuan kebutuhan, keinginan dan memberikan aspirasi dalam setiap aspek kehidupannya.
"Tidak hanya itu, anak juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan," kata Mensos.
Kepada Sakti Peksos yang hadir dalam pertemuan ini, Juliari menyatakan bahwa mereka merupakan tenaga muda yang terpilih untuk mengemban tugas mulia.
"Sesuai dengan sebutan Saudara, Satuan Bakti Pekerja Sosial. Bakti berarti menyatakan kesetiaan dan komitmen untuk terus mendukung tugas-tugas Kementerian Sosial dalam rehabilitasi sosial anak. Saya yakin, Saudara-saudara sudah melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya," katanya.
Berita Terkait
-
Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Teruskan Perjuangan Para Pahlawan
-
Mensos Berkomitmen Perbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
-
Mensos Dorong Potensi Lokal Ikut Percepat Pengurangan Kemiskinan
-
Mensos Juliari Bakal Eksekusi Program Kemensos Sesuai Arahan Jokowi
-
Profil Juliari Batubara, dari Bisnis Pelumas Jadi Menteri Jokowi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
-
Riza Patria Soroti Perjalanan Politik Prabowo dan Pesannya bagi Para Taipan
-
Riza Patria Klaim Kunjungan Luar Negeri Prabowo Perkuat Posisi Global Indonesia
-
Pelajar SMP Tewas Akibat Tawuran di Jaktim, Empat Remaja Jadi Tersangka
-
Pro-Kontra Wacana Pilkada Melalui DPRD: Soroti Biaya Politik hingga Nasib Demokrasi
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat