Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya akan membuat aturan baru terkait penerbitan Peraturan Menteri (Permen). Jokowi mengatakan aturan itu akan mengatur menteri yang akan mengeluarkan Permen.
Jokowi mengatakan menteri yang ingin mengeluarkan peraturan baru harus lebih dulu menghapus 10 peraturan lama.
"Menteri mau buat Permen satu boleh, tapi hilang 10, bukan dua tapi saya masih hitung-hitung biar permen-permen itu hilang, kebanyakan peraturan pusing sendiri," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).
Keinginan tersebut kata Jokowi, karena ingin meniru kebijakan Amerika Serikat dalam membuat regulasi yang efisien dan efektif.
Jokowi menceritakan pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross pada 6 November 2019 lalu, Ross mengatakan jika ada menteri yang ingin mengeluarkan satu regulasi, maka ia terlebih dahulu harus mencabut dua regulasi.
"Kalau menteri mau membuat peraturan menteri 1, dia harus membuat 2 peraturan menteri yang sebelumnya, tahu? artinya keluar 1 hilang 2, kalau menteri mau ngeluarin 1 dia harus hilangin 2 peraturan menteri lain," ucap Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut fleksibilitas dan kecepatan adalah hal yang penting bagi negara yang ingin maju.
"Semua negara kan menuju ke situ siapa yang lebih cepat dia yang menang. Kita intip mereka sudah apa kalau gini-gini terus kapan kita bisa cepat," tutur dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pemerintah harus banyak mendengar dan mengerti permasalahan serta bersinergi bersama dan tidak ada yang saling menyalahkan.
Baca Juga: Mensesneg Pastikan Presiden Jokowi Bentuk Badan Legislasi Nasional
"Tidak ada bisik-bisikan. Tidak ada lagi yang namanya saling menjegal, semuanya harus bekerja bersama-sama, mumpung suasana politik kita sekarang ini sangat bagus, ini yang harus terus kita rawat dan kita jaga, semua jalankan tugas masing-masing tapi saling terbuka," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Seoul Busters: Komedi tentang Polisi Gagal dan Kekacauan Unit Kriminal
-
Anwar Ibrahim Tak Peduli Amerika Murka Malaysia Tolak Warga Israel: Mereka Telibat Pembunuhan
-
Mau Beli Motor Impian? BRI Finance Beri Cicilan Spesial Murah per Bulan