Suara.com - Belum lama ini warganet dikejutkan dengan peristiwa seekor burung merpati masuk ke dalam pesawat.
Dilansir Suara.com dari laman The Sun, Rabu (13/11/19), diketahui pesawat dengan nomor penerbangan Aeroflot SU1730 akan menempuh perjalanan dari Moskow menuju Rusia.
Namun mendadak, sebelum terbang ada seekor merpati masuk ke dalam pesawat yang terparkir di Bandara Internasional Sheremetyevo.
Kru kabin tampak kalang kabut ketika burung merpati itu masuk ke dalam pesawat.
Akibatnya, jadwal penerbangan harus tertunda selama lebih dari 20 menit sampai kru kabin berhasil menangkap burung merpati itu.
Entah apa yang dilakukan kru kabin terhadap burung merpati itu.
Yang jelas, kru kabin terlihat kewalahan saat burung merpati itu terbang ke sana ke mari.
Akhirnya, pesawat tersebut kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Rusia meskipun jadwal penerbangan sempat tertunda selama kurang lebih 20 menit.
Beruntung, saat burung merpati itu masuk, pesawat sedang dalam keadaan tidak ada penumpang di dalamnya.
Baca Juga: Bangun Kota di Mars, Butuh Waktu 20 Tahun dan 1.000 Pesawat Antariksa
"Wah sepertinya burung merpati itu sedang bermigrasi untuk mencari keluarganya, atau membawa sesuatu dari ibu kota," ungkap salah seorang warganet.
Dikabarkan Bandara Internasional Sheremetyevo ini termasuk dengan jadwal penerbangan tersibuk di dunia. Alhasil jadwal penerbangan di bandara tersebut sempat berantakan akibat kejadian burung merpati masuk ke dalam salah satu pesawat milik maskapai Rusia.
Wah, ada-ada saja kejadian burung merpati masuk ke pesawat ini. Semoga kejadian serupa tak terulang kembali ya.
Berita Terkait
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Pesan Tiket Pesawat Bisa Langsung Lewat Aplikasi BRImo, Ini Caranya
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia