Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jakarta Raya (Ombudsman Jakarta Raya) mencium anggaran bermasalah proyek Formula E yang akan digelar di Jakarta 2020 mendatang.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho menuturkan lebih penting Pemprov DKI jakarta melakukan upaya perbaikan langsung penanggulangan polusi udara di Jakarta dengan mengalokasikan anggaran APBD Jakarta untuk menjalankan perda dan ingub tersebut daripada mengadakan formula E.
Perda tersebut kata dia, masih berlaku dan belum dijalankan secara optimal setelah berusia 14 tahun. Selain itu paparnya, anggaran penyelengaraan formula E alangkah baiknya dipergunakan untuk rehabilitasi GOR dan Sekolah, diperlukan juga untuk menjalankan Perda no 2 tahun 2005 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara.
Secara prinsip lanjut Teguh, Ombudsman Jakarta Raya berharap, postur anggaran APBD DKI 2020 nanti akan lebih berorientasi pada pelayanan publik dan salah satu cara memastikan hal itu terjadi adalah memastikan persesuaian antara KUA dan PPAS dengan RKPD.
“Ada banyak program pelayanan publik yang menjadi PR Pemprov DKI dan rata-rata sudah ada payung hukumnya dalam bentuk Perda, dan banyak peraturan tersebut tidak dijalankan karena ketidaktepatan distribusi APBD,” ungkap Teguh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/11/2019).
Hanya saja Teguh percaya bahwa DPRD DKI Jakarta masa periode 2019-2024 akan secara serius menyisir seluruh Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), agar berkesesuaian dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Pemprov DKI tahun 2020.
Teguh mengatakan, memastikan KUA dan PPAS sesuai dengan RKPD menjadi penting agar APBD Jakarta 2020 dapat memenuhi seluruh fungsi APBD yakni fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi.
Dalam hal ini, pihaknya memandang terkait dengan munculnya anggaran yang janggal, sehingga penting untuk disisir dan dipastikan sesuai dengan angka kepatutan nilai anggaran program. Hal ini pun menyinggung munculnya anggaran penyelengaraan Formula E, yang memangkas anggaran pelayanan publik.
"Berupa pemangkasan anggaran rehabilitasi 12 Gedung Olahraga dan 518 ruang kelas SD jelas tidak saja menunjukan adanya ketidaksesuain antara RKPD dengan KUA dan PPAS," ungkap Teguh.
Baca Juga: Protes Anggaran Formula E, Netizen Malah Sebut Ernest Prakasa Sebar Hoaks
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan 20 juta poundsterling atau sekitar Rp 350 miliar, untuk menggelar satu kali balapan dalam ajang tersebut. Nilai tersebut sebagai commitment fee yang wajib dibayar kepada organisasi penyelenggara balapan Formula E Operations (FEO).
Berita Terkait
-
Protes Anggaran Formula E, Netizen Malah Sebut Ernest Prakasa Sebar Hoaks
-
PSI Sebut Pemprov DKI Pangkas Anggaran Penting Demi Formula E
-
Top 5 Olahraga: Eks Petinju RI Dikalahkan Pacquiao, Hasil Hong Kong Open
-
5 Berita Olahraga Pilihan: Eks Petinju Indonesia Banting Setir Jadi Satpam
-
Bertemu Anies, Sean Gelael: Insya Allah Saya Ikut Formula E Jakarta 2020
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor
-
Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028
-
Mafia Proyek Dapur MBG Gentayangan di Jabar, Duit Rp1,9 Miliar Melayang
-
Gagal Massal di SNBT 2026: 600 Ribu Peserta Gugur, UI dan UNS Masih Tak Terkalahkan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo
-
Kasus Penipuan Dapur MBG Makin Banyak! Modus Catut Pejabat hingga Jual Titik SPPG
-
Jemaat Dibubarkan Saat Ibadah, Bantul Telusuri Legalitas Gedung Sewa Gereja Misi Sejahtera
-
Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius
-
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG