Suara.com - Dua Komisioner KPK terpilih jilid V atau periode 2019-2023, Lili Pintauli Siregar dan Nurul Ghufron melakukan pertemuan dengan tiga pimpinan KPK. Ketiga pimpinan tersebut yakni, Laode M. Syarief, Alexander Marwata, dan Basaria Pandjaitan.
Seusai pertemuan, Lili mengatakan agenda hari ini di Gedung KPK hanya untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat kerjanya nanti. Lili bersama empat pimpinan komisioner jilid V, akan dilantik pada 20 Desember 2019.
"Ya, kami adaptasi. Terus kami ngobrol dengan pimpinan yang ada. Kebetulan kami bertemu dengan Pak Laode, Pak Alex, dengan Ibu Basaria," ujar Lili di Lobi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).
Lili menyebut tak ada pembahasan terkait kasus ataupun mengenai UU KPK nomor 19 tahun 2019 yang baru disahkan.
"Enggak-enggak ada (bicara kasus). Enggak seberat itu, tadi kami say hello saja dan ngopi bareng," ungkap Lili
Lebih lanjut, ia mengatakan bakal kembali menyambangi KPK lagi atau tepatnya sebelum pelantikan pada 20 Desember 2019.
"Iya karena kan kami paling enggak kalau habis pelantikan terus kami kemari, kayaknya nggak efektif ya untuk belajar. Jadi perkenalan dulu," kata dia.
"Jadi sebelum 20 Desember pelantikan mungkin kami bisa satu atau dua kali kemari, bertemu dengan teman-teman pegawai dan struktur. Untuk mengenal kan kita juga paham, apa yang tersisa dan terus kita lakukan seperti apa," Lili menambahkan.
Baca Juga: Ahok dan Eks Pimpinan KPK jadi Bos BUMN, Bos Kadin Manut Ikut Erick Thohir
Nurul Gufron menambahkan, kedatangannya untuk berkoordinasi terkait agenda -agenda KPK kedepannya untuk diteruskan oleh lima komisioner KPK yang baru dilantik nantinya.
"Artinya supaya kemudian agenda-agenda apa yang sudah diselesaikan dan perlu kami lanjutkan itu sudah mulai tertransfer. Intinya itu," tutup Gufron.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
Terkini
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap