Suara.com - Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II mengadakan Kegiatan Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Tahun 2020 Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II, Kota Batam (19/11/2019).
Dalam kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur PFM Wilayah II, I Wayan Wirawan dan dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/ Kota sewilayah II, perwakilan Kemenko PMK dan TNP2K.
Dalam arahannya, Direktur PFM Wilayah II menyampaikan bahwa Penanganan Fakir Miskin sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 dilaksanakan secara terarah, terpadu dan dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat, baik dalam bentuk kebijakan, program maupun kegiatan pemberdayaan, pendampingan, serta fasilitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara.
“Tahun 2019 ini berbagai keberhasilan telah dicapai bersama secara umum tampak seperti penurunan jumlah penduduk miskin dari 25,95 juta orang atau 9,82 persen pada tahun 2018 menurun menjadi 25,14 juta orang atau 9,41 persen Maret 2019 atau turun 0,80 juta orang. Disamping itu tingkat ketimpangan atau Gini Ratio juga mengalami penurunan, yaitu 0,389 pada tahun 2018 menjadi 0,382. Capaian ini tentu saja peran dan kontribusi dari Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota berserta jajarannya yang telah bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Direktur PFM Wilayah II.
Direktur PFM Wilayah II juga menyampaikan bahwa tidak lama lagi kita memasuki tahun 2020, tahun dimana kita akan mengalami banyak perubahan-perubahan seperti perubahan yang dilakukan oleh Kabinet Presiden Jokowi menuju kemajuan bangsa yang lebih baik, perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS-Cina yang menyebabkan permintaan komoditas ekspor Indonesia menurun. Perkembangan teknologi informasi yang telah masuk pada tahap 4.0 yang lebih mengandalkan peran robotik daripada manusia.
“Perubahan-perubahan tersebut harus disikapi dengan baik dan bijaksana yang didukung oleh organisasi yang bersifat fleksibel, adaptif, dan responsif, serta peka terhadap perubahan,” ujar Direktur PFM Wilayah II.
Di akhir arahannya, Direktur PFM Wilayah II mengharapkan agar kegiatan sosialisasi ini dapat digunakan sebagai media dalam menambah wawasan tentang kebijakan Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Tahun 2020, dapat membangun kesepahaman, dan gerak langkah yang sama Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan penanganan fakir miskin, mendapat umpan balik dalam penyempurnaan pelaksanaan penanganan fakir miskin dan mendorong Provinsi, Kabupaten/kota untuk melaksanakan Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah II secara baik dan benar untuk terpenuhi target 6 T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi). (*)
Berita Terkait
-
Kemensos Mengadakan Pelatihan Manajemen Kasus bagi Pekerja Sosial
-
Kemensos Bakal Modifikasi Program PKH dan BPNT Guna Tekan Kemiskinan
-
ASEAN Pererat Kerja Sama dalam Upaya Perlindungan Sosial Anak
-
Kemensos Menyatakan Perlu Ada Regulasi soal Pengangkatan Anak
-
Mensos Dorong Pemda Perluas Akses Kewirausahaan ke Panyandang Disabilitas
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan
-
Tersangka Korupsi Kini 'Dilindungi' dari Konferensi Penetapan KPK Imbas KUHAP Baru