Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Wamena, Papua, Kamis (28/11/2019). Dalam kesempatan itu Idham dan Hadi memerintahkan jajarannya untuk tetap menjaga stabilitas keamanan jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2020.
Idham meminta Polri dan TNI terus bersinergi dalam rangka melakukan pengamanan di Bumi Cendrawasih.
"Negara dan Pemerintah menaruh harapan yang besar di pundak teman teman sekalian, keamanan di Papua khusunya di Wamena ada di pundak teman-teman TNI dan Polri," kata Idham.
Menurut Idham, sinergitas dan soliditas Polri - TNI penting dalam menjaga keamanan.
Untuk itu, Idham meminta jajaran Polri-TNI untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan pembangunan di Papua.
"Sekecil apapun peran yang diberikan oleh komandanmu itu akan memberi catatan sejarah bagi perjalanan karirmu yang suatu saat bisa kamu torehkan dan kamu ceritakan kepada anak cucumu kelak," katanya.
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pun meminta jajarannya untuk turut melakukan pendekatan kepada tokoh setempat. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas jelang Natal dan Tahun Baru.
"Dekati para tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga kita mengetahui apa yang masyarakat inginkan. Kemudian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, mari kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif," kata Hadi.
Baca Juga: Mangkir Sidang Gugatan Tapol Papua, Polda Salahkan Surat dari PN Jaksel
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum