Suara.com - Penggiat media sosial Permadi Arya atau yang kerap disapa Abu Janda menyesalkan ejekan yang dilayangkan Habib Jafar Shodiq kepada Wakil Presiden Maruf Amin.
Ia menyayangkan respons sejumlah pihak yang memberikan pembelaan kepada si pengejek hingga bereaksi frontal.
Abu Janda mengaitkan hal itu dengan kejadian yang baru dialami, di mana di media sosial, muncul seruan untuk membunuh dirinya lantaran diklaim darahnya halal sesuai ajaran fiqih islam.
Bahkan terkait kabar itu, Abu Janda mendapat sindiran setelah mengeluarkan pernyataan mengenai terorisme dan ajaran Islam. Ia dituding menyebut teroris berasal dari agama Islam.
Pernyataan tersebut disampaikan Abu Janda melalui jejaring Twitter pribadinya @permadiaktivis, Kamis (5/12/2019).
Ia lantas mempertanyakan kapan sejumlah pihak tersebut diberi kesadaran. Pasalnya, menurut Abu Janda orang muslim dinilai dari sikapnya bukan ajarannya.
"Wapres @Kiyai_MarufAmin simbol negara dihina b*bi, dibilang umat biadab gak terima. Ngajarin bunuh orang berdalih fiqih islam 'halal darah', dibilang berarti islam ajarkan terorisme, ngamuk. Kapan mereka mau sadar, orang nilai islam bukan dari ajaran, tapi dari kelakuan umatnya," cuit Abu Janda.
Untuk diketahui, penceramah Habib Jafar Shodiq dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian atas dugaan penghinaan terhadap Wakil Presiden Maruf Amin.
Dalam video viral yang tersebar, penceramah tersebut mengisahkan seseorang yang berguru kepada Nabi Musa.
Baca Juga: Polda Tambah Kamera Tilang Elektronik, Anies Harap Jumlah Pelanggar Menurun
Namun setelah mendapat ilmu, murid itu justru menjual agama untuk kepentingan duniawi.
Habib Jafar lantas mencontohkannya dengan ustaz zaman sekarang dan mengejek Ma'ruf Amin sebagai binatang. Walhasil, ceramah tersebut mendapat kecaman keras dari khalayak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok