Suara.com - Belum selesai skandal penyelundupan motor gede Harley-Davidson dan sepeda mahal Brompton, maskapai Garuda Indonesia kembali dikaitkan dengan perkara lain, yakni mobil mewah dalam pesawat.
Dalam video yang viral di media-media sosial, tampak mobil diduga merek Ferrari di dalam pesawat Garuda Indonesia.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan, bakal menyelidiki kebenaran video tersebut.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kementerian telah berkoordinasi dengan pihak bea dan cukai terkait penyelidikan tersebut.
"Kami dapat videonya juga. Saya berikan ke teman-teman bea cukai untuk melihatnya," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Senin, (6/12/2019).
Selain itu, tambah Arya, Kementerian BUMN juga telah menugaskan Komite Audit dari Dewan Komisaris Garuda Indonesia untuk ikut mengecek kebenaran isi dari video tersebut.
"Dari kami paling minta komite audit untuk audit terhadap kasus itu. Jadi tunggulah mereka kerja," ucap dia.
Untuk diketahui, dalam video berdurasi 6 detik tampak mobil Ferrari berwarna merah. Selain itu, tampak juga sejumlah orang sedang memeriksa mobil mewah dalam pesawat tersebut.
Baca Juga: Menteri Erick Thohir Bakal Rombak Direksi Garuda Indonesia
Berita Terkait
-
Tegas soal Kasus Dirut Garuda, Erick Thohir Dapat Pujian dari Jokowi
-
KPK Siap Bongkar Aliran Dana Besar di Sidang Suap Eks Dirut Garuda Emirsyah
-
KPK Tunggu Instruksi Tangani Dugaan Korupsi Penyelundupan Harley di Garuda
-
Menteri Erick Thohir Bakal Rombak Direksi Garuda Indonesia
-
Viral Meme Penyelundupan Moge, Dirut Garuda Panen Kritikan Pedas
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi