Suara.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, sudah resmi maju dalam bursa calon (balon) wali kota Solo dari PDI Perjuangan pada Pilkada 2020.
Begitu juga dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution. Tapi mereka dianggap tidak elok oleh peneliti LIPI.
Sementara itu, setelah heboh kasus penyelundupan motor gede (moge) Haley, kali ini dugaan skandal yang terjadi di Garuda Indonesia menarik perhatian warganet. Tagar #PecatRoniMirsa masuk dalam daftar trending topik Twitter.
Berikut 5 berita populer Suara.com yang dihimpun Kamis (12/12/2019).
1. Peneliti LIPI Sebut Gibran dan Bobby Tak Elok Maju Pilkada
Anak dan menantu Presiden Joko Widodo yaitu Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution yang maju dalam Pilkada 2020 menjadi perdebatan banyak pihak. Peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris ikut menanggapi hal tersebut.
Menurutnya, sah saja jika Gibran dan Bobby mau ikut dalam pemilihan kepala daerah karena itu hak setiap warga negara.
2. Heboh Skandal Garuda, Tagar #PecatRoniMirsa Trending
Baca Juga: Libur Akhir Tahun, Mal Ini Hadirkan Citra Scholastika dan Ice Rink, Seru!
Beberapa tagar yang dipakai warganet untuk membahas seputar dugaan skandal di maskapai Garuda Indonesia kembali masuk trending topik di Twitter hari ini, Kamis (12/12/2019). Salah satunya adalah #PecatRoniMirsa.
Melalui tagar itu, warganet ramai-ramai menuntut pemecatan terhadap Vice Presiden Awak Kabin PT Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa.
3. Tak Pernah Persoalkan Penista Agama, Sikap Jokowi Dipertanyakan
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mempertanyakan sikap Presiden Jokowi terkait oknum pemecah belah yang menggunakan isu agama. Tengku Zul menilai selama ini Jokowi bungkam terkait polemik itu.
Tengku Zul menyebut Jokowi yang notabene seorang muslim mestinya bersikap tegas terhadap oknum-oknum yang menghina agama islam. Hal itu disampaikan Tengku Zul melalui cuitan yang dibagikan di jejaring Twitter pribadinya @ustadtengkuzul.
Berita Terkait
-
Jamin Stok Aman Jelang Nataru, Khofifah Lepas Pengiriman Beras 4.000 Ton
-
Kata Jokowi soal Dugaan Eksploitasi Pramugari Garuda Indonesia
-
Presiden Jokowi Buka Suara Terkait Pencalonan Gibran di Pilwalkot Solo 2020
-
Sah! Gibran Rakabuming Jadi Balon Wali Kota Solo Lewat PDIP Jateng
-
Kecantikan Gista Putri Dipuji saat Dijenguk Iriana Jokowi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?