Suara.com - Lembaga Survei Median merilis hasil survei terkait dengan elektabilitas bakal calon Wali Kota Solo 2020. Responden yang terlibat memilih putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka karena faktor usia.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan ada dua nama tertinggi dari 18 nama yang dipilih responden dalam survei tersebut, yakni wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dan Gibran.
Dalam menggunakan metode pertanyaan terbuka (top of mind), Achmad dipilih 40,9 persen responden sebagai Wali Kota Solo 2020. Sedangkan Gibran dipilih 19,1 persen responden.
"Jadi kalau kami berani mengatakan pertarungan di kota Solo hanya berlangsung pada 2 saja yaitu Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming," kata Rico saat menyampaikan paparannya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).
Kemudian survei pun dilakukan untuk melihat motif di balik pemilihan responden terhadap tokoh yang dipilihnya. Gibran misalnya yang dipilih 27,8 persen responden menjadi Wali Kota Solo 2020 karena faktor muda.
Gibran memutuskan maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo 2020 di usia 32 tahun. Lalu, sebanyak 18,5 persen responden memilih Gibran karena faktor sebagai anak Jokowi. Sedangkan 13 persen responden lainnya memilih Gibran dikarenakan latar belakang pekerjaannya kini sebagai pengusaha nan kreatif.
Sedangkan Achmad Purnomo yang merupakan calon wali kota hasil penjaringan DPC PDIP Solo dipilih 42,5 persen responden dengan faktor pengalaman. Lalu sebanyak 8,3 persen responden menyampaikan alasan memilih Achmad karena merakyat.
Sebagaimana diketahui Achmad kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta dari 2016 lalu. Sebelumnya pun Achmad sempat menduduki jabatan yang sama mulai dari 2013 hingga 2015.
Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan sampel yang dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kecamatan dan gender. Adapun margin of error survei tersebut ialah 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Gibran Putra Jokowi Maju Pilkada Solo, Puan: Beri Kesempatan Lah...
Berita Terkait
-
Survei: Elektabilitas Gibran Masih Kalah dari Achmad Purnomo di Solo
-
Gibran Putra Jokowi Maju Pilkada Solo, Puan: Beri Kesempatan Lah...
-
Aturan Yoshinoya Soal Kue Ultah Halal dan 4 Berita Populer Lain
-
Gibran dan Bobby 'Nyalon', Jansen Demokrat: Aparatur Negara Jangan Carmuk!
-
Balas Warganet soal Gibran Maju Pilwakot Solo, Gus Sahal: Aji Mumpung
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim