Suara.com - Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, meramaikan kontestasi Pemilihan Wali Kota Solo 2020. Maju sebagai bakal calon wali kota Solo dari PDI Perjuangan, elektabilitas Gibran masih kalah dari seniornya Achmad Purnomo.
Purnomo merupakan calon wali kota hasil penjaringan DPC PDIP Solo. Temuan itu didapat dari survei yang dilakukan Median yang dilakukan sejak 3 Desember hingga 9 Desember.
Dalam temuan itu 800 responden yang terlibat dalam survei tersebut mengikuti metode pertanyaan terbuka untuk menentukan sosok wali kota yang diinginkan. Dari hasil top of mind yang diperoleh dari ratusan responden tersebut, Achmad Purnomo dipilih sebagai wali kota Solo oleh 40,9 persen responden.
Meski demikian Purno saat ini menjabat sebagai wakil Wali Kota Surakarta sejak 2016 lalu. Ini merupakan jabatan Purnomo yang kedua kalinya karena ia pernah juga menjabat pada 2013 hingga 2015.
Gibran mendapatkan posisi kedua setelah dipilih oleh 19,1 respoden sebagai calon wali kota Solo yang diinginkan. Kemudian nama lainnya yang juga dipilih yakni Budi Prasetyo sebesar 3,8 persen, Teguh Prakorsa sebanyak 3,4 persen, Sugeng Riyanto sebesar 2,0 persen.
Keudian ada nama Ravik Karsidi, Abdul Kharim atau Gus Kharim, dan Kaesang Pangarep yang dipilih 0,1 persen responden sebagai top of mind. Sementara itu ada 30,5 persen responden yang memutuskan untuk tidak memilih.
Selain itu tingkat kepopuleran Gibran di kampung halamannya sendiri pun masih kalah dari Achmad Purnomo.
"Pertama Achmad Purnomo Wakil Wali Kota saat ini 94,5 persen. Kedua Gibran 82,3 persen," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat menyampaikan paparan hasil surveinya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).
Kedua nama tersebut disusul oleh tiga nama lainnya seperti Teguh Prakosa yang dipilih oleh 50 persen responden, Dinar Retna Indrasari yang dipilih 41,9 persen dan Paundrakarna Sukmaputra yang dililih oleh 40 persen responden.
Baca Juga: Balas Warganet soal Gibran Maju Pilwakot Solo, Gus Sahal: Aji Mumpung
Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan sampel yang dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kecamatan dan gender. Adapun margin of error survei tersebut ialah 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?