Suara.com - Tudingan sedang membangun sebuah politik dinasti dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi ketika putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka ingin maju di Pilkada Solo 2020.
Tak hanya Gibran, sang menantu presiden, Bobby Nasution, juga tengah mencoba peruntungan di di kancah politik dengan maju di Pilkada Medan 2020.
Disadur dari laman VOA Indonesia, Presiden Jokowi dengan tegas telah menyangkal bahwa dirinya sedang membangun sebuah dinasti politik. Ia menyatakan, bahwa majunya Gibran di dunia politik adalah murni keputusan dari Gibran sendiri.
“Kan sudah saya sampaikan bolak balik. Bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya,” ujar Jokowi kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, sama sekali tidak menunjuk anaknya untuk terjun di kancah politik seperti dirinya. Menurutnya, pilkada adalah sebuah kompetisi, jadi bisa saja anak sulung dan menantunya tersebut kalah. Lagipula, kata Jokowi, setiap orang mempunyai hak untuk dipilih dan memilih termasuk putra dan sang menantu.
“Itu kan sebuah kompetisi. Kompetisi bisa menang bisa kalah. Terserah rakyat yang memiliki hak pilih. Siapapun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat ga memilih gimana. Ini kompetisi bukan penujukkan. Beda. Tolong dibedakan,” kata Jokowi.
Anak Wapres di Pilkada Tangsel
Anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah juga akan maju di pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan 2020-2025. Senada dengan Jokowi, Ma’ruf pun dengan tegas membantah sedang membuat dinasti politik.
Mar’uf mengatakan, dirinya tidak mengarahkan sang putri untuk terjun dalam dunia politik. Bahkan, posisi wapres saat ini adalah bukan keinginan dirinya, namun murni atas dorongan masyarakat.
Baca Juga: Dituding Politik Dinasti, Gibran: Dipilih Monggo, Tidak Dipilih Ya Silakan
“Saya bilang kalau saya tidak mendorong, tapi kalau masyarakat meminta tentu saya hanya tut wuri handayani saja ya, dan mengikuti maunya masyarakat saja,” ujar Ma’ruf beberapa waktu lalu kepada wartawan.
Ditambahkannya, putrinya dan dirinya sama sekali tidak melakukan konsultasi terkait politik. Ia mengatakan bahwa dalam sebuah kompetisi putrinya tersebut belum tentu akan menang. Semua tergantung dari masyarakat untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin.
“Enggak, enggak ada, bahwa dia mencalonkan kalau memang masyarakatnya mau dan itu dorongan dari masyarakat, gak ada masalah gitu aja. tut wuri aja, jadi enggak ada, kita ini jadi ini, jadi ini, enggak ada, tergantung kemampuan saja,” jelas Ma’ruf.
Politik Dinasti, Salahkah?
Pengamat politik Hamdi Muluk mengatakan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan politik dinasti atau clan politik. Menurutnya hal tersebut terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Selain itu, sebuah dinasti atau klan tidak hanya terjadi di politik saja, tapi terjadi di seluruh bidang maupun profesi. Jadi menurutnya, hal semacam ini lumrah terjadi dimana pun.
Dalam kasus Gibran, kata Hamdi, yang maju menjadi Wali Kota Solo, potensi untuk terjadinya konflik kepentingan kecil, karena jarak yang jauh antara jabatan presiden dengan wali kota.
Berita Terkait
-
Dituding Politik Dinasti, Gibran: Dipilih Monggo, Tidak Dipilih Ya Silakan
-
Bela Gibran Putra Jokowi, PPP: Tak Ada Politik Dinasti
-
Gibran Rakabuming Dituding Gunakan Cara Bar-bar dalam Pilwalkot Solo
-
ICW Sebut Jika Gibran dan Kaesang Berpolitik Bisa Buat Citra Jokowi Buruk
-
Jangan Jadikan DKI Jakarta Uji Coba Politik Dinasti
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak