Suara.com - Kepolisian High Point di North Carolina, Rabu (25/12), mencari petunjuk dan juga tersangka dalam rentetan penembakan yang menewaskan dua orang dan melukai tujuh orang lainnya selama dua hari, termasuk serangan di Malam Natal di depan mal.
Ledakan tembakan Selasa sore dari sebuah mobil yang melintas terhadap kerumunan sekitar belasan orang yang berada di parkiran di depan jalur perbelanjaan menyebabkan enam orang dibawa ke rumah sakit, tiga dari mereka awalnya tercatat dalam kondisi kritis, kata polisi.
Hingga Rabu, semua enam korban luka dalam kondisi stabil, namun penyelidik masih belum mengidentifikasi tersangka atau kendaraan yang digunakan, kata Kapten Departemen Kepolisian High Point, Chris Weisner sebagaimana diwartakan Reuters.
Bahkan gender dua individu di dalam mobil tersebut - sopir dan penumpang - masih belum dapat dipastikan, katanya.
Selain itu, menurut Weisner, penyelidik masih mendalami kemungkinan bahwa serangan pada Rabu terkait dengan penembakan lain pada malam sebelumnya yang menewaskan satu dari dua korban, pria berusia 27 tahun, meninggal keesokan harinya.
"Tidak ada keterkaitan yang diketahui, namun mereka akan melihat apakah ada hubungan" antara dua penembakan tersebut, kata kapten polisi, menambahkan bahwa tidak ada penangkapan dalam dua insiden itu.
Penembakan ketiga yang menewaskan korban berusia 18 tahun pada awal Malam Natal diyakini insiden terpisah, menurut Weisner. Ia menyebutkan "sejumlah penangkapan" dilakukan dalam penyelidikan pada Rabu namun pihaknya menolak memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal itu.
Weisner mengakui bahwa maraknya kekerasan senjata tak biasa dalam "kerangka waktu singkat" bagi High Point, sebuah kota dengan penduduk sekitar 112.000 orang yang terletak di antara Winston-Salem dan Greensboro di kawasan Piedmont Triad, North Carolina.
Baca Juga: Pemain Thunder Selamat dari Penembakan Saat Tonton Star Wars
Berita Terkait
-
Gara-gara Tak Puas dengan Model Rambut Anaknya, Pria Tembak Tukang Cukur
-
Warganya Tewas Ditembak Aparat, Wakil Bupati Nduga Mundur dari Jabatan
-
Pemain Thunder Selamat dari Penembakan Saat Tonton Star Wars
-
Drama Penembakan Sopir Taksi di Jakarta Timur, Pelaku Tertangkap
-
TPNPB-OPM Bertanggungjawab atas Penembakan 8 TNI di Intan Jaya
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor