-
Dua saudara pengangkut air tewas ditembak militer Israel di Shujaiya saat masa gencatan.
-
Pemerintah Gaza mencatat ribuan pelanggaran gencatan senjata yang menelan ratusan korban jiwa baru.
-
Serangan terhadap infrastruktur sipil terus berlanjut meski kesepakatan damai telah resmi ditandatangani.
Suara.com - Kematian tragis dua bersaudara di Shujaiya menjadi bukti nyata rapuhnya komitmen gencatan senjata yang seharusnya melindungi warga.
Insiden berdarah di Jalan Mansoura ini menambah panjang daftar warga sipil yang gugur saat menjalankan aktivitas kemanusiaan harian.
Dikutip dari Anadolu, tindakan militer ini menunjukkan pola serangan sistematis terhadap infrastruktur vital masyarakat seperti distribusi air bersih di Gaza.
Penembakan brutal terhadap warga sipil tersebut memicu kecaman luas karena terjadi di tengah upaya pemulihan wilayah.
Hingga saat ini stabilitas keamanan di wilayah timur Kota Gaza masih berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Korban jiwa teridentifikasi sebagai Mohammed dan Eid Abu Warda yang tewas seketika akibat luka tembak senjata api.
Satu saudara mereka lainnya dikabarkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan sedang akibat serangan mendadak tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa pasukan militer melepaskan tembakan langsung ke arah kendaraan pengangkut air.
Truk air tersebut sedang melintas untuk melayani kebutuhan mendasar warga ketika rentetan peluru menghentikan laju kendaraan mereka.
Baca Juga: Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
Sumber medis dari Anadolu mengonfirmasi bahwa jenazah para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan.
Rentetan Pelanggaran Perjanjian Damai Israel
Peristiwa mematikan pada hari Jumat ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pengabaian kesepakatan damai sejak Oktober lalu.
Selain penembakan langsung, artileri militer juga dilaporkan membombardir wilayah Rafah bagian barat laut dengan intensitas tinggi.
Kawasan Khan Younis di sisi selatan tidak luput dari serangan artileri yang menyasar pemukiman serta lahan terbuka.
Di bagian utara Gaza, wilayah Jabalia terus menjadi sasaran intimidasi militer yang menghambat pergerakan warga sipil setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta
-
Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging
-
Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan
-
Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas
-
Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?
-
KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan
-
Sampah Jadi Pundi Rupiah: Cara Warga Kutawaru Ubah 240 Ton Limbah Jadi Destinasi Wisata
-
Ketua Ombudsman Terseret Kasus Nikel, Komisi II DPR Akui Luput dan Sampaikan Maaf