Suara.com - Dua warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, akhirnya bisa kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarganya. Mereka sebelumnya menjadi korban penyanderaan sekitar 30 hari.
Mereka yang pada hari ini secara resmi diserahkan kembali kepada keluarganya adalah Ialah Maharudin dan Samiun.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pembebasan keduanya tidak terlepas atas upaya dan kerja sama antara Indonesia dengan otoritas Filipina.
"Setelah 90 hari terakhir mereka dalam kecemasan dan kebimbangan selama berada di atau menjadi sandera di Filipina dan tentunya kebimbangan dan juga duka dari keluaga karena pasti keluarga selalu bertanya kapan anggota keluarga mereka dapat kembali bersama dengan keluarga," kata Retno di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).
Kendati telah berhasil membebaskan dua sandera, namun Retno belum secara rinci menjelaskan bagaimana keduanya bebas.
Retno beralasan saat ini pemerintah tengah fokus untuk membebaskan satu WNI lain yang masih disandera, yakni Muhammad Farhan, putra dari Maharudin.
"Sebagai informasi teman-teman kemarin saya melakukan komunikasi kembali dengan Menhan Filipina dan membahas mengenai upaya pembebasan satu sandera lagi, yaitu Muhammad Farhan yang merupakan putra dari Pak Maharudin ya pak ya," kata Retno.
"Kita meminta agar upaya penyelamatan, upaya pembebasan dengan selamat dapat juga segera dilakukan dan Menteri Pertahanan Filipina mengatakan akan bekerja sekeras mungkin untuk pembebasan tersebut," ujarnya.
Kedua perwakilan keluarga yang turut hadir dalam serah terima di Kemenlu terswbut kemudian mengucapkan terima kasih atas kepulangan Maharudin dan Samiun ke Indonesia dengan selamat.
Baca Juga: Pulangkan 2 Korban Sandera Abu Sayyaf, Mahfud MD: Satu WNI Masih Dicari
"Kami sebagai keluarga merasa berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah berupaya sekuat tenaga wabil khusus kalau ada Bapak Presiden Jokowi kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya. Kami masyarakat Kepulauan Buton merasa berterima kasih karena ini upaya yang sangat luar biasa," kata Tiko, sepupu dari Samiun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
Terkini
-
SKKL Rising 8 Mulai Digelar, Perkuat Jalur Digital IndonesiaSingapura Kapasitas 400 Tbps
-
Mendagri Dorong Percepatan Realisasi Pengembalian TKD bagi Pemda di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Minta RUU Pidana Mati Segera Dibahas DPR, Wamenkum Usul Metode Suntik dan Kursi Listrik
-
Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini
-
Gubernur Pramono: Investasi Jakarta Tembus Rp270 Triliun, Ratusan Ribu Pekerja Terserap
-
Duit Pemerasan Bupati Pati Disetor Pakai Karung, Isinya Sampai Recehan Rp10 Ribu
-
Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Tembus 25,5 Juta Penumpang di 2025, Layanan Gratis Transportasi Jakarta Berlanjut Tahun Ini