Suara.com - Pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus memberikan imbauan kepada orang-orang untuk tidak memainkan ponsel saat makan.
Paus berkaca pada kebiasaan Yesus, Bunda Maria dan Joseph, dimana mereka saling berdoa, bekerja dan berkomunikasi satu sama lain.
Dilansir dari BBC, Selasa (31/12/2019), menurut Paus, jika orang-orang tidak memainkan ponselnya saat makan, mereka bisa bercengkrama dengan sesama.
"Kita harus menjalin komunikasi dengan keluarga," kata Paus ketika berpidato di Lapangan Santo Petrus, Minggu (29/12).
Paus Fransiskus sendiri dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Ia memiliki akun Twitter dengan 18 juta pengikut.
Dalam berbagai kesempatan, ia pun membiarkan umat untuk berfoto bersama dirinya.
"Saya bertanya pada diri sendiri, apakah Anda tahu bagaimana cara berkomunikasi dalam keluarga atau Anda seperti anak-anak dimana mereka semua mengobrol di ponsel mereka? Dimana ada keheningan seperti Misa, tapi mereka tidak berkomunikasi," ungkap Paus.
Paus menambahkan, "Ayah, orangtua, anak-anak, kakek-nenek, kakak, adik, ini adalah tugas baru yang harus dilakukan hari ini. Tepat di Hari Raya Keluarga Kudus".
Untuk diketahui, imbauan Paus yang meminta jemaat untuk tak banyak memainkan ponsel bukan kali pertama.
Baca Juga: Petinggi Taliban Paling Dicari Dilaporkan Tewas Ditembak di Afghanistan
Pada 2017, Paus pernah menyampaikan imbauan tersebut kepada para jemaat Misa termasuk para uskup dan pastor.
"Pada waktu tertentu, pendeta yang memimpin upacara mengatakan 'angkatlah hati kami'. Dia tidak mengatakan 'angkatlah ponsel kami untuk berfoto', itu adalah tindakan yang buruk," kata Paus.
Kejadian tersebut membuat Paus kecewa, hingga memberikan imbauan untuk bijak menggunakan ponsel.
"Sungguh menyedihkan ketika saya merayakan Misa di Basilika dan saya melihat banyak ponsel terangkat, tidak hanya dilakukan para jemaat tapi juga para imam dan uskup! Tolonglah," pungkas Paus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku