News / Metropolitan
Rabu, 01 Januari 2020 | 17:35 WIB
Kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur menjadi kawasan terparah terdampak banjir DKI Jakarta, Rabu (1/1/2020). Bahkan, ketinggian air mencapai atap rumah. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Banjir tak kunjung surut di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Rabu (1/1/2020). Hingga sore, ketinggian air masih setara atap rumah.

Alamsyah, warga RT02/RW04 Kelurahan Cipinang Melayu mengatakan, permukiman tempat ia tinggal diguyur hujan sejak Selasa (31/12/2019) sore.

Dengan intensitas hujan yang konstan, air mulai merendam pemukiman tersebut pada Rabu pukul 02.15 dini hari.

Ia mengatakan, air yang merendam naik begitu cepat. Ketinggian air menjadi dua meter hanya dalam tempo 1,5 jam.

"Sekitar pukul 02.15 air sudah menggenang di jalanan. Cepat sekali naiknya. Sekitar dua meter itu hanya butuh waktu 1,5 jam," kata Alamsyah di atas perahu karet milik Basarnas DKI Jakarta.

Puncaknya terjadi pada pukul 05.00 WIB. Rumah Alamsyah yang berlokasi di samping masjid mulai tergenang air.

Sontak, Alamsyah berupaya menyelamatkan harta benda miliknya ke lantai dua rumahnya. Dia hanya mampu mengamankan sebagian, sisanya terendam air.

"Puncaknya jam 5 subuh. Rumah saya itu di samping masjid. Rumah saya dua lantai, ya begitulah. Hanya sebagian barang saja yang bisa saya selamatkan," sambungnya.

Sebanyak 20 unit perahu karet milik Basarnas DKI Jakarta diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang masih berada di rumahnya.

Baca Juga: Dalam Waktu 1,5 Jam, Ketinggian Banjir di Cipinang Melayu Capai Dua Meter

Pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di RT2/RW4 Kelurahan Cipinang Melayu, Kampung Makasar, air yang menggenang menyerupai sungai.

Terlihat masih ada beberapa warga yang masih berada di rumahnya yang memiliki dua lantai.

Tampak pula sejumlah perabotan rumah seperti mesin cuci, tabung gas, hingga kursi-kursi mengambang di genangan air. Bahkan, sepeda motor yang terparkir tenggelam.

Guru Ngaji Meninggal

Di Cipinang Melayu, lelaki berusia 82 tahun bernama M Ali meninggal dunia di tengah kepungan banjir.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, warga Kelurahan Cipinang Melayu RT 4 RW 4 tersebut telah dievakuasi dari kediamannya yang terdampak banjir.

Load More