Suara.com - Seekor monyet yang berkeliaran di pemukiman warga di Jalan Marindal, Gang Sumber Rukun, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara menyerang manusia dan juga merusak sejumlah asbes rumah milik warga.
Tidak hanya itu, monyet yang diketahui jenis beruk ini pada hari Senin (6/1) juga melakukan penyerangan terhadap warga setempat.
"Ada laporan kepada kami seorang warga Gang Sumber Amal terkena gigit. Kita duga sementara ini monyet itu peliharaan warga yang terlepas," kata Camat Medan Amplas Edie Matondang, Selasa (7/1/2020).
Merasa resah, warga kemudian melaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran. Namun, saat hendak ditangkap oleh petugas, monyet tersebut berhasil kabur.
Kepala UPT I Inti Kota Dinas Pemadam Kebakaran dan Pencegahan Kota Medan, Surya Efendi Nasution mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu penangkapan.
"Karena tidak mudah untuk menangkap monyet tersebut, diperlukan alat untuk membiusnya terlebih dahulu sebelum diamankan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kebun di Tasikmalaya Diserang Monyet, Warga Suku Baduy Dikerahkan
-
Ilmuwan China Ciptakan Chimera, Campuran Babi dan Monyet
-
Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Langka yang Ditularkan dari Hewan
-
Usir Monyet dari Kebunnya, Petani Ini Bikin Anjingnya Cosplay Jadi Harimau
-
Heboh Anak Kambing Tanpa Moncong, Pemilik Malah Sebut Mirip Monyet
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Soroti Kebocoran di Bea Cukai, Thony Saut Situmorang Singgung Indeks Persepsi Korupsi
-
Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan
-
Bocah Nduga Tewas dan Jasadnya Diduga Dihilangkan, Theo Hesegem Laporkan ke Jakarta
-
Guru Telanjangi 22 Siswa SD di Jember, Komisi X DPR: Harus Ada Efek Jera, Bila Perlu Diberhentikan
-
Sodorkan Zulhas Dampingi Prabowo, PAN Sedang Cek Ombak atau Serius?
-
Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI
-
Wamenhaj: Asrama Haji Akan Jadi 'Pusat Ekonomi Umrah', Semua Jemaah Wajib Lewat Sini!
-
Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden
-
Transjakarta Berduka dan Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Maut di Pondok Labu ke Polisi
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat