Suara.com - Seorang anak laki-laki yang baru berusia 5 tahun di Dongguan, China mengalami kelainan mata cukup parah akibat setiap hari bermain game.
Bocah yang tidak disebutkan namanya ini dilaporkan menderita rabun jauh atau miopi hampir 1000 derajat.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu (15/1/2020), bocah laki-laki dari Dongguan, China ini mengeluh kesulitan penglihatan.
Ia sering terlihat mengerutkan kening atau menyipitkan matanya hanya supaya agar bisa melihat sedikit lebih baik.
Orang tuanya lantas memutuskan untuk membawa si bocah ke dokter mata untuk diperiksa.
Melalui pengujian awal, dokter mata menemukan bahwa mata kanan anak muda itu memiliki rabun jauh 975 derajat dan mata silinder atau astigmatisme 225 derajat.
Sedangkan mata kirinya memiliki 750 derajat rabun jauh dan 300 derajat astigmatisme.
Tidak cukup sampai di situ. Dokter juga menemukan kelainan pada fundusnya yang akan menyebabkan komplikasi serius lebih lanjut pada penglihatannya.
Pemeriksaan fundus digunakan untuk memeriksa retina, cakram optik, makula, fovea, dan kutub posterior.
Baca Juga: Penertiban Aset di Stadion Mattoangin Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Penglihatan anak ini akan diperiksa kembali setiap tiga bulan.
Belakangan diketahui, orang tuanya membelikan tablet untuk mendukung proses belajar si bocah.
Namun ia jadi kecanduan memakai tablet untuk bermain game hingga enam jam sehari selama dua tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat
-
Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran
-
BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP
-
Studi Ungkap Polusi Batubara Diam-Diam Kurangi Produksi Energi Surya Global, Mengapa Bisa?
-
Marak Aksi Begal, Sahroni Minta Semua Polda Harus Tindak Tegas: Tembak di Tempat!
-
Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai
-
Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis
-
Amien Rais: Rakyat Sudah Tidak Menyerang Gibran, Sekarang Dialihkan Semuanya ke Pak Prabowo
-
Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi