Suara.com - Mesianisme menjadi spirit dari setiap gerak sejarah masyarakat, tak terkecuali Indonesia. Mesianisme jadi harapan kaum miskin untuk keluar dari situasi menyiksa. Namun, di zaman kiwari, mesianisme dipakai untuk penipuan.
KEMUNCULAN Keraton Agung Sejagat (KAS) di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menjadi sorotan.
Pasangan Totok Santoso Hadiningrat dan Dyah Gitarja mendaulat diri sendiri sebagai raja dan ratu. Mereka mengklaim sebagai penerus Kerajaan Majapahit, membuat masyarakat berdatangan ke 'keraton' mereka.
Muhammad Ilham Baktora, jurnalis SuaraJogja.id, sempat mendatangi keraton kerajaan tersebut. Di sana, persisnya di pekarangan, tergeletak batu besar yang dijadikan prasasti.
Dalam keraton juga ada juga kolam yang diklaim merupakan sendang. Kolam tersebut terisi air dari sumur yang telah dibor.
Untuk masuk keraton tersebut, pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya. Namun di sana pengunjung hanya bisa melihat kursi dan meja.
Belakangan, Totok dan Ratu Dyah ditangkap aparat Polda Jawa Tengah. Mereka diduga melakukan penipuan publik.
Berdasarkan pemeriksaan Polda Jawa Tengah, pengikut Kerajaan Agung Sejagat diwajibkan membayar iuran yang besarnya mencapai Rp30 juta per orang.
Pengikutnya dijanjikan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Untuk meyakinkan pengikutnya, Totok melengkapi dirinya dengan dokumen palsu.
Baca Juga: Harry dan Meghan Resmi Mundur dari Kerajaan, Ini Pernyataan Resmi Istana
Sedikitnya ada sekitar 150 orang terpengaruh dan akhirnya menjadi pengikut Totok.
Manipulasi Harapan
SOSIOLOG Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis menilai, salah satu faktor yang menyebabkan warga menjadi pengikut kelompok KAS itu adalah mencari alternatif harapan di tengah situasi kehidupan serba melarat.
Situasi ekonomi dan sosial masyarakat di akar rumput yang kesulitan, membuat warga mudah terpengaruh iming-iming mesianik.
"Ini bukan proses tiba-tiba. Prosesnya pasti panjang, saya yakin bisa bulanan bahkan bisa tahunan. Dia bisa mulai dari keluarga, dari istri, anak, kemudian teman anaknya, tetangganya," kata Rissalwan, Selasa (14/1/2020).
Totok yang meminta dipanggil sebagai ‘Sinuwun’ dan istrinya ‘Kanjeng Ratu’ kepada para pengikutnya mengklaim, KAS adalah kekaisaran dunia dan merupakan penerus Kerajaan Majapahit.
Berita Terkait
-
Masih Merasa Jadi Ratu Agung Sejagat, Fanni Bakal Diperiksa Psikologisnya
-
Ada Kuburan Janin Bayi di Rumah Raja Agung Sejagat, Diduga untuk Ritual
-
Kuburannya Dibongkar, Jabang Bayi di Rumah Toto Santoso Sempat Diberi Nama
-
Kuburan Jabang Bayi di Rumah Toto Santoso Dibongkar Warga
-
Jejak Raja Agung Sejagat di Ancol, Jadi Korban Kebakaran hingga Digusur
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield