Suara.com - Kementerian Kesehatan Malaysia menempatkan alat pemindai suhu tubuh di bandara yang berada di Malaysia. Pemasangan alat ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Pemasangan alat pemindai suhu tubuh diumumkan melalui akun Twitter resmi Malaysia Aiports @MY_Airports. Pemindai suhu tubuh tersebut di pasang di pintu kedatangan internasional.
"Kementerian Kesehatan telah menempatkan pemindai suhu tubuh di bandara kami di Malaysia untuk menyaring wisatawan internasional yang masuk," tulis akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Jumat (24/1/2020).
Pihak bandara Malaysia mengimbau kepada para wisatawan yang merasa tidak enak badan setibanya di Malaysia agar bisa memberitahu petugas. Sehingga, petugas kesehatan bisa langsung melakukan pemeriksaan kondisi tubuh.
"Jika anda merasa tidak enak badan setelah tiba (di bandara), silakan mendekati petugas di fasilitas pemindaian untuk bantuan lebih lanjut," ungkapnya.
Tak hanya itu, pihak bandara juga meminta agar semua orang meningkatkan kewaspadaan. Sebab virus corona bisa menular dengan cepat.
"Kami mendesak semua orang untuk waspada," tegasnya.
Virus yang berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ini kini telah menyebar ke kota lain mulai dari Beijing, Shanghai hingga Hong Kong. Tak hanya itu, sejumlah negara juga dilaporkan telah terinfeksi virus tersebut mulai dari Jepang, Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Taiwan hingga Amerika Serikat.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa wabah virus corona sebagai situasi darurat di China pada Kamis waktu setempat. Namun, WHO belum menyebutnya sebagai epidemi internasional.
Baca Juga: Temui MPR RI, Dubes China Xiao Qian: Laut Natuna Milik Indonesia
Berita Terkait
-
Virus Corona, Pakar: Virus yang Menyerang Orang Sehat Efeknya Lebih Parah
-
Keluarga Dilarang Kontak Langsung, Pasien Suspect Corona Diisolasi di RSPI
-
2 Bandara di Indonesia Ini Dijaga Ketat dari Penyebaran Virus Corona
-
Heboh Virus Corona, Pemerintah Larang Maskapai Terbang ke Wuhan China
-
Satu Pasien RSPI Jakarta Suspect Virus Corona, Pernah Melawat ke China
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk
-
Sepekan Jalan Kayu Mas Utara Ambles, Warga Pulogadung Waswas Menanti Perbaikan
-
Mahfud MD Sebut KPK Pintar dan Cerdik Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
-
Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan
-
Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM
-
Misteri Mobil Dinas Pelat B Buat Mudik Terungkap, Pemprov DKI: Punya Instansi Lain!
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba