Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengungkapkan nama asli dan rumah Rangga Sasana, pria yang mengklaim dirinya sebagai petinggi Sunda Empire.
Menurut penjelasan Roy Suryo, Rangga Sasana merupakan warga Brebes.
Hal ini diungkapkan Roy melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, @KRMTRoySuryo2 yang diunggah pada Sabtu (25/1/2020).
Roy menjelaskan bahwa nama asli Rangga Sasana adalah Edi Raharjo. Ia merupakan warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.
"Selain memalsukan Konten Wikipedia dengan kabar bohong soal PBB, Sdr Edi Raharjo, Penduduk RT 07 RW 05 Ds Grinting, Kec Bulakamba, Brebes (Putra Alm. Murwat & Siyem / Siyong) ini ternyata lulusan SPM Baros," tulis Roy Suryo, seperti dikutip Suara.com, Minggu (26/1/2020).
"Namun Ybs mengaku-ngaku sebagai Letnan Jendral (NATO) Rd Rangga Sasana," imbuhya.
Roy juga menunjukkan foto rumah milik orang tua Rangga Sasana di Brebes. Rumah tersebut terlihat sederhana.
Dalam cuitan berikutnya, Roy menjelaskan bahwa Edi Raharjo alias Rangga Sasana merupakan lulusan Sekolah Pertanian Menengah. Edi lulus pada tahun 80-an.
"Karena banyak permintaan, ini data-data asli si Edi Raharjo tersebut. SPM = Sekolah Pertanian Menengah, Ybs lulus tahun '80-an (sekarang SPM Baros sudah tutup)," ujar Roy.
Baca Juga: Kabar Terkini Virus Corona: Korban Tewas 52 Orang, 3 Dokter Terjangkit
Edi, menurut penjelasan Roy, telah sering dilaporkan oleh warga Brebes terkait kasus penipuan.
"Ybs dilaporkan sering melakukan penipuan modus digunakan adalah kerjasama jual-beli tanah dengan mengaku-ngaku keturunan sultan," kata Roy.
Roy Suryo menanggapi dengan serius kemunculan Sunda Empire dengan petingginya yang bernama Rangga Sasana ini. Ia melaporkan Rangga Sasana ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Jumat (24/1/2020).
Laporan polisi itu tertuang pada LP/530/I/YAN.2.5./2020/SPKT/PMJ tanggal 24 Januari 2020. Pelapor dalam hal ini dirinya sendiri, namun terlapor masih dalam lidik.
Pasal yang dilaporkan terkait Tindak Pidana ITE, menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Pelaporan ini berawal dari perdebatan Roy Suryo dengan Rangga Sasana di acara ILC di TV One.
Berita Terkait
-
Cara Lucu Kaesang Sindir Sunda Empire, Jadi Sorotan Warganet
-
Heboh, 2 Putri Sunda Empire Ditahan 13 Tahun di Imigrasi Malaysia
-
Dituding Buta Sejarah soal PBB dan NATO, Roy Suryo Polisikan Petinggi Sunda
-
Sunda Empire Resmi Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Manipulasi Sejarah PBB
-
BIN: Sunda Empire Belum Berbahaya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup