Suara.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR sedang getol merayu fraksi lain, seperti Demokrat dan PAN, untuk membentuk panitia khusus (Pansus) Jiwasraya. Langkah tersebut dilakukan agar pengusutan kerugian asuransi BUMN yang mencapai Rp 13 triliun bisa diungkap.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini. Sebagaimana diketahui, hingga kini PKS tetap bersikeras menginginkan pansus agar kasus tersebut bisa diungkap secara lebih mendalam dan transparan.
"Beberapa fraksi sudah kita ajak bicara di antaranya Fraksi Demokrat, Fraksi PAN dan kita akan lanjutnya ke fraksi lainnya tapi namanya kesibukan-kesibukan itu belum bisa ketemu. Tetapi yang baru bisa ketemu itu adalah Fraksi Demokrat," kata Jazuli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (29/1/2020).
Menurut Jazuli, antara PKS dan Demokrat memikiki pandangan yang sama soal pembentukan Pansus Jiwasraya. Ia berharap agar nantinya ada lebih banyak fraksi yang memilih pembentukan pansus di DPR.
"Kita sudah silaturahmi ke Demokrat dan kalau kita perhatikan statement Ketum Demokrat, mantan Presiden SBY itu dari statement-statement itu mendukung adanya pansus. Mudah-mudahan nanti ini bisa follow up secara teknis dua fraksi ini untuk harus ada lebih dari satu fraksi," ujarnya.
Sebelumnya, PKS tetap pada pilihan untuk membentuk pansus hak angket terkait kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tercatat seluruh anggota Fraksi PKS, sebanyak 50 orang, sudah menandatangani kesepakatan tersebut.
Jazuki mengatakan, keinginan PKS membentuk pansus itu karena ingin mengungkap secara mendalam dan transparan terkait kerugian Jiwasraya. Ia menyatakan, tidak ada niatan untuk menjatuhkan pihak manapun seiring keinginan pembentukan pansus.
"Karena pansus yang mau kita bentuk ini adalah bukan untuk menjatuhkan pemerintahan bukan untuk mencari kambing hitam. Tetapi, kita ingin mengungkapkan ini persoalannya sesungguhnya seperti itu, agar perusahaan-perusahaan sejenis yang menghimpun dana rakyat tidak mengalami hal yang sama," kata Jazuli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Baca Juga: Mundur, Erick Thohir Janji Pembayaran Polis Nasabah Jiwasraya Akhir Maret
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025
-
Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis
-
Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya
-
Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon
-
KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun
-
Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral
-
WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi