Suara.com - Aktivis Reformasi 1998 Sri Bintang Pamungkas ikut hadir dalam sidang pembacaan tuntutan terdakwa, Dede Luthfi Alfiandi (20), demonstran yang viral karena membawa bendera Indonesia saat aksi demonstrasi di DPR. Dia menyebut Luthfi korban kejahatan rezim presiden Joko Widodo.
Pantauan Suara.com, Sri Bintang mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat sekitar pukul 15.00 WIB mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Mantan aktivis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di masa Orde Baru ini bahkan sempat masuk ke ruang sidang untuk berfoto bersama Luthfi dan tim pengacara.
"Ke sini untuk memberikan support saja kepada luthfi, menunjukkan solidaritas bahwa perlawanan ini belum selesai, perlawan terhadap ketidakadilan, kezaliman" kata Sri Bintang di PN Jakpus, Rabu (29/1/2020).
Meski mengaku pesimis dengan keputusan hakim, eks pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) berharap majelis hakim dapat bertindak profesional dalam memutuskan perkara Luthfi.
"Saya harapkan bebaslah, tetapi hakim yang kayak gitu tuh kan jarang berani, soal ketakutan mereka terhadap rezim ini sudah sejak zamannya Pak Harto juga, cuma di zamannya Pak Harto itu tidak sekejam sekarang, jadi ada peningkatan kekejaman dari pihak untuk menggunakan hukum sebagai alat untuk mempersekusi orang," ucapnya.
Sri Bintang menambahkan, menurutnya kasus Luthfi ini adalah bentuk kesewang-wenangan pemerintahan Joko Widodo dalam memberangus suara rakyat yang kritis.
Dia menyebut Jokowi tidak belajar dari masa lalu dimana sudah ada contoh reformasi presiden digulingkan oleh rakyat pada 1998.
"Heran kenapa rezim ini tidak belajar dari masa lalu, di masa lalu perbuatan seperti ini pasti akan berakhir dengan kekalahan rezim, dengan bahasa yang gampang saya mengatakan, kau boleh menangkap orang mempersekusi orang, memenjarakan banyak orang tetapi kalian tidak akan mungkin menangkap dan memenjarakan semuanya," tegasnya.
Diketahui, Luthfi akan menjalani sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dijadwalkan akan dimulai pada 14.00 WIB hari ini, namun hingga saat ini sidang belum juga dimulai.
Baca Juga: Polri Tangkis Tudingan Luthfi: Rekam Digital Bukti yang Susah Dipungkiri
Kuasa hukum Luthfi, Sutra Dewi berharap Luthfi dapat dituntut bebas murni.
"Saya berharap Luthfi dapat dituntut bebas," kata Dewi saat dihubungi Suara.com, Rabu (29/1/2020).
Adapun, dalam kasus ini, jaksa melayangkan tiga dakwaan alternatif kepada Luthfi, yaitu Pasal 212 jo Pasal 214 ayat (1) KUHP, Pasal 170 KUHP, serta Pasal 218 KUHP.
Berita Terkait
-
Polri Tangkis Tudingan Luthfi: Rekam Digital Bukti yang Susah Dipungkiri
-
Gelar Perkara Baru, Polisi: Jika Tak Bisa Buktikan, Luthfi Kena Bumerang
-
Jelang Sidang Tuntutan, Kuasa Hukum Berharap Luthfi Bebas
-
5 Anggota Polres Jakbar Diperiksa Propam Polri, Dikonfrontir dengan Lufhfi?
-
Kapolda Metro Klaim Bakal Tindak Tegas Polisi yang Terbukti Setrum Luthfi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan