Suara.com - Berita yang ditayangkan Covesia.com, Senin (27/1/2020) dengan judul 'Sosiolog: Penolakan Turis Asal China Karena Masih Ada Sentimen anti-Tionghoa' viral di berbagai jaringan media sosial.
Dalam berita tersebut, narasumber covesia.com, Sosiolog UIN Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik membeberkan beberapa pandangan terkait penolakan warga terhadap turis asal China yang berkunjung ke Sumatera Barat (Sumbar).
Poin dari statetmen Muhammad Taufik ialah 'penyebab di balik penolakan warga Sumbar terhadap turis asal China bukan sepenuhnya karena virus corona, melainkan karena sentimen anti-Tionghoa. Situasi itu, ujarnya, hanya diboncengi dan semakin besar karena sentimen anti-China masih ada.'
Dalam penjelasan Taufik saat koreksi berita tersebut menyatakan bahwa isu penolakan virus Corona ini berkembang ke arah liar karena isu tersebut diboncengi oleh masih tersisanya sentimen anti-China yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa sebelumnya, mulai dari kasus Uighur, Ahok, tenaga kerja asing, peristiwa Asahan, dan sebagainya. Hal itu karena banyak orang merujuk ke media sosial yang kesahihannya diragukan, sehingga yang tercipta sentimen.
Di media sosial sendiri, subtansi berita tersebut berkembang liar, sehingga banyak warganet menghujat dan mencaci maki nara sumber tersebut.
Capture halaman berita yang tersebar, baik di grup-gurp facebook, Twitter, Kaskus, dan sebagainya, judul dan narasinya ada yang diubah menjadi lebih tandensius. Hal itu tentunya berbeda dari fakta dari statemen yang dikeluarkan Muhammad Taufik.
Atas hal itu, Covesia.com sebagai media yang memuat wawancara Muhammad Taufik merasa perlu memberikan klarifikasi dan meluruskan maksud sebenarnya, sehingga narasi yang dikontruksikan dalam berita tersebut tidak ditafsirkan secara liar oleh pembaca.
Terkait munculnya salah tafsir akibat pelintiran berita di media media sosial maupun perubahan judul oleh portal berita lain yang mengutip berita tersebut dari Covesia.com sehingga menimbulkan salah tafsir, sepenuhnya di luar kuasa redaksi covesia.com.
Berikut berita yang ditayangkan di Covesia.com berdasarkan wawancara dengan Muhammad Taufik, Senin (27/1/2020).
Baca Juga: TNI Rencana Sewa Pesawat Komersil Jemput WNI Terkepung Corona di Wuhan
Sosiolog: Penolakan Turis Asal China Karena Masih Ada Sentimen anti-Tionghoa
Covesia.com - Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik mengungkapkan penyebab di balik penolakan warga Sumbar terhadap turis asal China bukan sepenuhnya karena virus corona, melainkan karena sentimen anti-Tionghoa.
Situasi itu, ujarnya, hanya diboncengi dan semakin besar karena sentimen anti-China masih adam
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) harus memberikan pengertian kepada kelompok-kelompok masyarakat yang menolak kedatangan wisatawan asal Kota Kunming Provinsi Yunan Tiongkok itu.
"Pemprov Sumbar harus bisa menjelaskan kepada masyarakat," jelas Muhammad Taufik saat dihubungi Covesia via telepon, Senin (27/1/2020).
Taufik mengatakan bahwa Pemprov Sumbar adalah otoritas yang berhak menyatakan bahwa wisatawan asal Tiongkok tersebut bebas dari virus corona atau tidak. Oleh karena itu, masyarakat harus percaya dan tidak terpengaruh oleh hoaks yang berkembang di media sosial.
Berita Terkait
-
Giliran Selandia Baru Sewa Pesawat Pulangkan Warganya dari Wuhan
-
TNI Siap Jemput WNI di Wuhan: Tunggu Menlu, Kapan Kami akan Diberangkatkan
-
TNI Rencana Sewa Pesawat Komersil Jemput WNI Terkepung Corona di Wuhan
-
Heboh Bacaan Buku Iqro Unggahan Bebi Silvana Bahas Virus Corona
-
Majikan Dilarang Bawa TKI Hong Kong ke China karena Virus Corona
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis