Suara.com - Aksi sadis dan miris menimpa sorang bocah yang baru berumur 4 tahun di Jambi. Ia dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri dengan cara dicekik saat pelaku terlibat cekcok dengan sang istri yang juga ibu kandung korban.
Adalah Sumadi, warga Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi yang tega melakukan perbuatan keji itu. Ia kekinian diketahui melarikan diri usai bertengkar dan membunuh anak kandungnya sendiri.
Dilansir dari laman Jambiseru (jaringan Suara.com), Sumadi membunuh anaknya yang berumur empat tahun itu diduga dengan cara mencekik leher korban, sehingga tidak bisa bernafas lagi.
Usai membunuh anaknya, pelaku lalu melarikan diri. Sedangkan jasad korban ditinggal begitu saja tergeletak di samping rumahnya.
Kejadian bermula pada Kamis (30/1/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu pelaku terlibat pertengkaran dengan istrinya. Namun tidak diketahui secara pasti penyebab pertengkaran yang informasinya berlangsung berjam-jam itu.
Diketahui, pertengkaran itu terjadi usai pelaku pulang dari mendulang emas. Setelah bertengkar, sekitar pukul 11.00 WIB pelaku pergi dengan membawa anaknya.
"Terus balik pukul 20.00 WIB tadi. Ada kakak sebelah rumah manggil. Kato dia kenapa anak kau baringkan sebelah rumah, pergi lah aku ke situ, tengok dia, ternyata sudah meninggal," ujar sang istri yang meminta namanya tidak ditulis.
Sementara itu, Polsek Sungai Manau setelah mendapat laporan, langung datang ke lokasi dan olah TKP. Beberapa saksi termasuk istri pelaku dimintai keterangan.
Kapolsek Sungai Manau IPTU Karto mengatakan, pihaknya masih mendalami motif pembunuhan terhadap korban yang masih balita itu.
Baca Juga: Ditemukan Bersimbah Darah, Mahasiswa Unisa Tewas Diduga Bunuh Diri
"Iya saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan," kata Karto.
Berita Terkait
-
Diduga Dibunuh Suami Siri, Mayat Perempuan Penuh Luka Bacok Ditemukan Warga
-
Seru, Wali Kota Jambi Sambut Biker Ayah dan Anak Tembus 10 Negara
-
Pacar Seorang Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas Akui Frustasi
-
Anak Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Tak Suka Diberi Nama Hendriyanto
-
Pelaku Utama Pembakar Wanita di Kabat Teman Dekat, Kakinya Didor Polisi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa