Suara.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menyebut perombakan jajaran direksi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri merupakan kewenangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
"Itu kan kewenangan dari kementerian BUMN, beliau yang menjadi kewenangan teknis," ujar Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Fadjroel kemudian mengklaim kalau Presiden Jokowi tidak perlu tahu siapa saja yang bakal mengisi di perusahaan asuransi plat merah tersebut.
"Pak Jokowi enggak perlu tahu," ujar Fadjroel.
Ia lagi-lagi menegaskan perombakan di tubuh Asabri itu merupakan hal teknis yang menjadi kewenangan Menteri BUMN.
"(Jokowi) nggak perlu tahu. Itu benar-benar kewenangan teknis," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto dari jabatan Direktur.
Pencopotan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-36/MBU/01/2020 tanggal 30 Januari.
Melalui SK tersebut, Erick mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota direksi ASABRI yang semula hanya tertulis direktur menjadi direktur SDM dan hukum, direktur keuangan, dan direktur Investasi.
Baca Juga: Di Hadapan Warga Kulonprogo, Jokowi Izinkan Sertifikat Tanah Disekolahkan
Kemudian, untuk mengisi jabatan-jabatan tersebut, Erick mengangkat Eko Setiawan sebagai Direktur SDM dan Hukum, Helmi Imam Satriyono sebagai Direktur Keuangan dan Jeffry Haryadi P. Manullang sebagai Direktur Investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan