Suara.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengaku tidak memiliki ambisi dalam mengemban jabatan. Termasuk menjadi orang nomor dua di Ibu Kota Jakarta.
Akan tetapi, kata Riza, dirinya tidak bisa menolak ketika partai pengusung Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, PKS dan Gerindra meminta dirinya jadi Cawagub.
"Saya tidak ada ambisi ke Wagub. Karena kami menjaga komitmen Pak Prabowo (Subianto) untuk menyerahkan kursi Wagub ke PKS. Namun, Wagub sebelumnya dari Gerindra, Bang Sandi. Lalu ada surat dari PKS agar Cawagub bisa segera diusulkan kembali satu dari PKS dan non PKS. Lalu dari Gerindra dimunculkan empat nama, salah satunya saya. Saya tidak bisa nolak. Itu salah satu kelemahan saya," kata Riza di Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Proses pencalonan wagub DKI Jakarta sempat terhenti selama setahun dua bulan setelah dua nama dari PKS sebelumnya, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, mandek dalam proses pemilihannya hingga DPRD 2014-2019 demisioner.
Akhirnya, Gerindra menyarankan PKS untuk memilih satu dari empat nama yang mereka ajukan, atau PKS bisa memilih satu nama lainnya di luar usulan itu.
Keputusannya, PKS memilih Nurmansyah Lubis dan Ahmad Riza Patria untuk diusulkan menjadi wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno yang mendampingi Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2019 lalu.
Riza menyebut terkait dengan adanya gagasan untuk melakukan fit and proper test, dirinya pribadi tidak keberatan meski kedua calon disebutnya sudah dikenal oleh DPRD DKI Jakarta.
"Terkait adanya ide atau gagasan fit and proper test walaupun DPRD merasa tidak perlu, karena Nurmansyah Lubis sudah dikenal DPRD, begitupun saya. Tapi saya pribadi tidak keberatan. Saya mendukung apa pun keputusan yang diambil DPRD, kalau saya siap. Begitu pun sebaliknya," ucapnya.
Menurut dia, semakin baik proses pemilihan maka semakin baik juga hasilnya.
Baca Juga: 4 Klaim Dony Pedro King of The King di Bandung, Mengaku Anak Soekarno
Terkait dengan kualifikasi dirinya, pria yang akrab disapa Bang AZ itu mengaku punya banyak kelemahan.
Diantaranya, dia tidak bisa menolak keputusan partai pengusung untuk mengusulkannya jadi Cawagub DKI Jakarta.
"Sebagai manusia, banyak kekurangan. Diantara kelemahan saya ini, saya susah menolak. Kalau ada teman-teman ingin ketemu, baik ke Senayan atau ke posko saya di Tebet, silakan. Mudah-mudahan saya bisa membantu dan sebagainya," ucapnya.
Siapapun yang terpilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, tambah Riza, harus mengikuti dan menjalankan visi misi dan program kerja yang telah disusun Gubernur DKI Jakarta, dan harus bisa membantu tugas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan baik.
"Tidak boleh ada matahari kembar di Jakarta. Apalagi tipe dan karakter saya, selain pendiam saya juga low profile. Di manapun saya berada, saya sangat menghargai pimpinan. Di partai saya tidak pernah minta apa-apa, tapi selalu diamanahi jadi ketua DPP, ketua fraksi MPR, jubir dan sebagainya," tutur Ahmad Riza Patria dilansir Antara.
Berita Terkait
-
Tak Mau Kalah dengan Cawagub dari PKS, Riza Patria Akan Kunjungi DPRD
-
King of The King Klaim Akan Lunasi Utang RI dan 4 Berita Heboh Lainnya
-
Jadi Menteri Jokowi, Mahfud MD: Saya Masih Garang, Termasuk ke Prabowo
-
Menhan Prabowo, Panglima TNI dan Dua Menteri Digugat ke Pengadilan
-
Jadi Cawagub DKI, Nurmansyah Lubis Mulai Safari ke Fraksi DPRD
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah