Suara.com - Sejumlah pejabat daerah Natuna, Kepulauan Riau, membantah pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menyebut lokasi karantina 238 WNI dari Wuhan jauh dari pemukiman warga di Natuna.
Ketua DPRD Natuna Andes Putra mengatakan Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, itu sebenarnya hanya berjarak tak lebih dari 2 kilometer dari pemukiman warga, sehingga hal itu yang membuat warga melakukan penolakan.
Menurutnya, lokasi karantina hanya berjarak 1,7 kilometer dari Kota Ranai, 1,5 kilometer dari Pemukiman Pering, 1,2 kilometer dari Pelabuhan Nelayan Pering, 1,4 kilometer Kota Tua Penagi.
"Itu juga yang membuat kami merasa resah, data itu darimana? jarak dari hanggar ke pemukiman masyarakat itu dari hanggar ke Penagi itu hanya 1,2 km, dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km, kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3 km, nah jadi kami resah dong, di bawah 2 km, itu yang membuat kami resah dan was was," kata Andes usai bertemu Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Senada dengan Andes, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal juga menyebut hanggar lokasi karantina itu berada tak jauh dari pemukiman warga.
"1,7 km beda saja itu, pering juga di belakang hanggar itu, tak sampai itu 2 km," kata Abdul di DPR.
Andes menambahkan, pihaknya masih terus berupaya untuk bisa bertemu Presiden Joko Widodo secara langsung meski sudah bertemu Menkopolhukam, Menkes, Mendagri, dan DPR pagi ini.
"Kami ingin menjelaskan secara langsung data-data yang kami anggap pembohongan publik itu yang akan kami sampaikan ke beliau, karena kami juga heran data darimana yang bisa berstatement di tv nasional di situ kami meresa disudutkan karena efeknya dari daerah luar membully kami dengan data seperti itu," ucap Andes.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat melepas tim evakuasi Wuhan, Sabtu (1/2/2020) mengungkapkan lokasi karantina di Natuna sudah sesuai dengan protokol yang diatur oleh World Health Organization (WHO), yakni berjarak 5 km dari pemukiman warga.
Baca Juga: WNI dari Wuhan Dikasih Ponsel dan Kartu SIM Baru oleh Kemenkes
"Protokol kesehatan di antaranya yang kita harus dipenuhi kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna," kata Hadi di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang, Sabtu (1/2/2020) kemarin.
"Jarak dari hanggar itu sendiri sampai ke tempat duduk kurang lebih di atas antara 5 sampai 6 km. Kemudian menuju ke SP di sana ada dermaga itu juga kurang lebih 5 km sehingga dari hasil penilaian itu memenuhi syarat protokol kesehatan," Hadi menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
-
Bersenjata Tajam di Jam Rawan, Remaja Diamankan Patroli Gabungan di Matraman
-
Usai OTT Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, KPK Bidik Sengketa Lahan di Kawasan Wisata