Suara.com - Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon turut buka suara terkait keterlibatan anggota DPR RI Andre Rosiade dalam pengungkapan kasus prostitusi online di Padang, Sumatera Barat.
Jansen menyoroti adanya metode "undercover buying" atau pembelian terselubung di balik kasus tersebut. Hal itu disampaikan Jansen melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @jansen_jsp.
Menurut Jansen, metode pembelian terselubung hanya ada dalam penyidikan kasus penyalahgunaan narkoba sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Sebagaimana disebutkan dalam pasal 79 undang-undang tersebut, tidak sembarang orang bisa menjalankan metode pembelian terselubung.
"Undercover Buying atau pembelian terselubung hanya ada di UU Narkotika sebenarnya. Syaratnya ketat: harus ada Surat Perintah dr atasan penyidik yang ditugaskan (Pasal 79). Yang melakukan: informan/anggota polisi/orang lain yang diperbantukan pd polisi. Jadi tidak bisa sembarang orang," cuit Jansen, seperti dikutip Suara.com, Kamis (5/2/2020).
Jansen lantas menjelaskan, bila metode itu digunakan dalam pengungkapan kasus prostitusi mestinya harus memenuhi standar dan rujukan UU Narkotika.
Namun, jika yang terjadi justru tidak sesuai prosedur, maka ia mendesak agar pekerja seks komersial (PSK) yang kini diamankan polisi untuk segera dibebaskan.
"Soal bully membully saya tidak mau ikut². Apapun Andre teman saya. Concern saya murni soal hukumnya saja. Kalau "OTT prostitusi" itu tidak sesuai prosedur undercover buying di UU 35/2009 dan mall admistrasi, bebaskan perempuan itu. Menegakkan hukum harus sesuai hukum. Itu prinsip!," imbuhnya.
Di akhir cuitannya, Jansen pun meminta supaya penyidikan dengan metode pembelian terselubung bisa dilakukan secara bijaksana dan ketat, bukan sebagai ajang festivalisasi. Mengingat, kalau tindakan itu disalahgunakan bisa melanggar hak seseorang.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPR: Jika Benar Dijebak, NN Bisa Laporkan Andre ke MKD
Andre Rosiade Membantah
Andre Rosiade membantah ikut terlibat dan merencanakan penggerebekan terhadap NN, perempuan berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai PSK di Kota Padang, Sumatera Barat.
Andre, berdasarkan keterangan Polda Sumbar, menyuruh orang, mulai dari memesan NN melalui aplikasi MiChat, hingga memesan kamar di hotel.
Namun, Andre kepada Suara.com, Selasa (4/2/2020), menegaskan bukan dirinya yang memesan NN maupun kamar hotel tersebut.
"Saya dalam proses menyurati (hotel Kyriad) Bumi Minang menanyakan kenapa ada (struk reservasi) yang beredar atas nama saya," ujar Andre.
"Kan udah gua jelasin di situ, bahwa pertama gua gak pernah mesen, tidak pernah nama gua mesen. Kan bisa dicek di resepsionis, ada gak nama gua datang ke resepsionis, datang bayar, enggak ada," kata Andre, Selasa sore.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!